Suara.com - Stephen Hawking kembali mengeluarkan pernyataan bombastis. Salah satu ilmuwan terkemuka ini memandang terpilihnya Trump sebagai presiden AS berikutnya dipandang sebagai penolakan terhadap kaum elit AS.
Menurut dia, kaum elit mengabaikan hasil dan orang-orang yang memilih. Teknologi dan globalisasi mempengaruhi banyak orang buruk.
"Otomatisasi pabrik sudah hancurkan pekerja di bidang manufaktur tradisional, dan munculnya kecerdasan buatan kemungkinan akan memperpanjang kehancuran pekerjaan ini jauh ke dalam kelas menengah," katanya.
Dia pun menduga robot adalah penjual yang sekarang lebih baik dari manusia. Apa yang terjadi ketika hanya sedikit pekerjaan manusia untuk ditinggalkan? ketimpangan yang lebih besar akan terjadi. Kemajuan ini adalah "sosial yang merusak".
"Kami menghadapi tantangan lingkungan yang mengagumkan: perubahan iklim, produksi pangan, kelebihan penduduk, penipisan spesies lain, wabah penyakit," katanya.
Tapi dari maraknya penggunaan selfie, manusia dinilai Hawking menjadi makhluk yang egois. Hawking percaya kita harus melihat ke luar untuk menyelamatkan spesies.
"Tidak hanya tidak adanya pekerjaan tapi seluruh industri menghilang, kita harus membantu orang-orang untuk melatih di dunia baru dan mendukung mereka secara finansial ketika mereka melakukannya," katanya. [CNet]
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim