Tekno / sains
Ririn Indriani | Firsta Nodia
Ilustrasi kecerdasan, IQ, pintar. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian terkini menemukan hubungan antara kepintaran dengan peluang hidup yang lebih lama.

Dipublikasikan dalam jurnal British Medical, orang-orang yang pintar cenderung lebih panjang umur dibandingkan mereka yang memiliki kecerdasan rata-rata atau di bawahnya.

Temuan ini didapat peneliti setelah melakukan analisis terhadap anak tingkat IQ 32.229 anak berusia 11 tahun di Skotlandia pada tahun 1947. Peneliti menemukan, mereka yang mendapat nilai bagus dalam tes kecerdasan, kini cenderung mendapatkan penghasilan lebih dan jabatan yang baik.

"Pada gilirannya kedua faktor tersebut meningkatkan harapan hidup seseorang hingga usia lanjut," ujar Catherine Calvin, Profesor Psikologi dari Edinburgh University dilansir Independent.co.uk.

Selain itu, Calvin dan tim peneliti lainnya juga menganalisis penyebab kematian orang-orang di kelompok usia lanjut untuk menentukan apakah ada korelasi antara kecerdasan masa kecil dan berapa lama mereka hidup.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti pendapatan dan kebiasaan merokok, peneliti menemukan bahwa kecerdasan masa kecil berhubungan terbalik dengan semua penyebab utama kematian.

Mereka yang memiliki IQ rendah cenderung rentan mengalami penyakit pernapasan, jantung, stroke, kanker, gangguan pencernaan dan demensia atau pikun. Sederet gangguan kesehatan ini pada gilirannya memicu kematian bahkan sebelum mereka memasuki masa lanjut usia.