Suara.com - Terus tumbuhnya masyakarat urban di kelas menengah-atas di Indonesia, menjadi peluang tersendiri bagi berbagai produk premium, terutama di segmen Small Home Appliance (SHA). Sharp Electronics Indonesia menggunakan peluang yang ada dengan menghadirkan mesin masak otomatis, Healsio Automatic Cookware, sebagai salah satu cara melebarkan pasar SHA di Indonesia.
Tidak main-main, sesuai dengan target pasarnya yakni kelas menengah-atas, pabrikan asal Jepang itu membanderolnya sekitar Rp7 jutaan.
"Harga dan target yang lebih spesifik, membuat Healsio Automatic Cookware membutuhkan strategi pemasaran berbeda agar diterima baik konsumen," ujar Presiden Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shiniji Teraoka saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (19/7/2017).
Untuk itu, tambahnya, Sharp melancarkan berbagai strategi pemasaran, mulai dari gathering bagi fans Facebook Sharp Cooking Club, cooking demo dengan celebrity chef hingga cooking batle.
Sementara itu, Product Strategy Group Assistant General Manager, Andrew Gultom mengungkapkan bahwa perangkat masak ini menjadi solusi praktis bagi kaum urban yang ingin memasak dengann keterbatasan waktu dan kemampuan.
"Berbagai fitur canggih namun mudah digunakan disematkan pada Healsio Automatic Cooker ini," ucapnya.
Mesin masak otomatis ini memiliki fitur unggulan Automatic Heat dan Automatic Stirring. Kedua membuat kegiatan memasak lebih mudah.
"Pengguna tidak perlu takut masakannya overcook atau matangnya tidak rata. Karena kedua fitur ini bisa diandalkan," kata dia.
Di bagian atas mesin masak otomatis ini terdapat tujuh tombol perintah yang mudah digunakan, yaitu curry/soup, simmer, boil, steam, noodle, ferment hingga dessert. Masing-masing memiliki pola pengadukan berbeda-beda.
Baca Juga: Kejar Target Penjualan, Sharp Rilis 3 TV Berlayar Lebar
Fitur canggih lain yang disematkan adalah Timer Cooking, memungkinkan konsumen mengatur sendiri waktu penyajian sesuai yang diinginkan. Sehingga masakan selalu tersaji hangat.
Membuat masakan sehat pun bisa diandalkan dengan menggunakan mesin masak otomatis ini. Pasalnya, fitur waterless membuat berbagai kandungan vitamin dan nutrisi dalam makanan tetap terjaga.
Selain itu, besar daya yang digunakan saat memanaskan masakan pun cukup efisien, yakni sekitar 50 watt dan saat memasak membutuhkan daya hingga 800 watt.
Sharp mengklaim sebagai pioneer di Indonesia dalam menghadirkan mesin masak otomatis semacam ini. Tapi perusahaa tidak ingin menutup mata, masih rendahnya daya beli masyarakat Indonesia beberapa waktu belakangan ini.
"Meskipun begitu kami tetap optimis karena di pasar menengah-atas ini terus tumbuh. Kami targetkan dapat menjual 1.000 unit per bulan hingga akhir tahun ini," kata General Manager Divisi National & Sales PT SHARP Electronics Indonesia Andry Adi Utomo di kesempatan yang sama.
Menurutnya, hingga kini pasar SHA masih di bawah 10 persen tapi di tahun ini ditargetkan naik hingga tiga kali lipat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan