Suara.com - Brian Acton, salah satu pendiri WhatsApp, memutuskan meninggalkan perusahaan penyedia layanan pesan tersebut.
Setelah delapan tahun mengabdi di WhatsApp, Brian memutuskan memulai petualangan baru. Pengumuman tersebut diumumkan melalui akun Facebook resminya.
"Saya telah memutuskan melanjutkan dan memulai sebuah babak baru dalam hidup saya," ujarnya.
Untuk rencana selanjutnya, Acton berencana membuat lembaga nirlaba yang berfokus kepada pengembangan teknologi dan komunikasi.
"Ambisi tersebut adalah sesuatu yang saya pikirkan sejak lama. Kini, saatnya saya fokus dan mengeksekusi impian saya," lanjut dia.
Ia mengaku bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang. Tak lupa, ia menyatakan kebanggannya kepada para karyawan yang telah membuat WhatsApp sebesar sekarang.
Menurut Forbes, kekayaan bersih Acton sudah mencapai 6,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp85 triliun. Selama di WhatsApp, Acton bertugas memimpin tim teknik perusahaan.
Saat ini, WhatsApp telah menjadi aplikasi chat terpopuler di Bumi dengan pengguna aktif harian mencapai 1 miliar. [Venturebeat]
Baca Juga: Hore, WhatsApp Luncurkan Dua Fitur Terbaru
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan