Suara.com - Dell mengatakan bahwa mereka telah menemukan dan menghentikan peretas yang mencoba membobol sistemnya. Tetapi perusahaan akan mengubah kata sandi untuk memastikan bahwa semua data aman.
Perusahaan telah dikritik karena lambat dalam memberi tahu pengguna tentang perubahan dan potensi pelanggaran. Penyetelan ulang itu terjadi pada 14 November lalu, lima hari setelah peretas ditemukan, dan pengguna baru diberi tahu minggu ini.
Pelanggan tidak diberitahu tentang peretasan atau penyetelan ulang kata sandi, hingga mereka memilih untuk mengungkapkan seluruh peretasan.
Dell mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pada 9 November lalu perusahaan mendeteksi dan berhasil menghentikan peretas yang telah melanggar jaringannya dan berusaha mencuri data pelanggan. Penyidik tidak menemukan bukti bahwa peretas berhasil, tetapi belum mengesampingkan kemungkinan bahwa mereka mencuri beberapa data.
Menurut Dell, mereka hanya mencari nama pelanggan, alamat email dan kata sandi acak.
Pelanggaran itu terjadi ketika perusahaan mendapat sorotan dari regulator di seluruh dunia untuk memberikan pengungkapan data pencurian pelanggan secara cepat dan akurat. Uni Eropa menerapkan peraturan privasi baru yang ketat pada bulan Mei yang menghukum pelanggar dengan denda hingga 20 juta euro atau 4 persen dari pendapatan global, mana yang lebih tinggi.
Dell memutuskan bahwa tidak ada persyaratan peraturan atau hukum yang mengungkapkan insiden itu, tetapi pabrikan tetap mengedepankan kepercayaan pelanggan.
Dell menolak mengatakan berapa banyak akun yang terpengaruh, tetapi mengatakan bahwa informasi pembayaran dan nomor Jaminan Sosial tidak menjadi target. Perusahaan pun telah melaporkan masalah ini kepada penegak hukum. [Independent]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
5 Pilihan HP yang Cocok untuk Game Berat, Anti Lag dan Spek Gahar
-
ASUS ROG 20 Tahun: Raja Gaming Indonesia Hadirkan Laptop Dual-Screen OLED 3K dan AI Generasi Baru
-
31 Kode Redeem FC Mobile 25 Februari 2026, Klaim Dunga dan Voucher Gratis
-
Terpopuler: 7 HP Paling Hemat Baterai Buat Mudik Lebaran, Roster MPL ID Season 17
-
53 Kode Redeem FF 25 Februari 2026: Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Angel Ungu
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Jelang Lebaran 2026, Lengkap Semua Seri
-
69 Kode Redeem FF Aktif 24 Februari 2026: Klaim Crimson dan Gloo Wall Ramadhan Gratis