Suara.com - Xiaomi dan Oppo dikabarkan akan mengurangi penggunaan NFC (Near Field Communication) pada produk smartphonenya. Namun, menurut Gizmochina, tak hanya Xiaomi dan Oppo melainkan LG dan Alcatel juga akan mengurangi penggunaan NFC.
Berdasarkan laporan dari ScientiaMobile, produsen smartphone seperti Xiaomi, Oppo, LG, dan Alcatel sering tidak memasang NFC pada produknya. Penurunan penggunaan NFC ini rupanya banyak ditemukan pada smartphone yang didesain untuk pasar Asia.
Pada tahun 2015, LG diketahui telah mengurangi penggunaan NFC menjadi 69 persen dan pada tahun 2018 menjadi 55 persen. Xiaomi pun mengurangi penggunaan NFC dari 11,9 persen menjadi 8,8 persen. Vendor Oppo sendiri diketahui mengalami penurunan penggunaan NFC paling besar, yaitu dari 28 persen menjadi 3 persen.
Disebutkan, smartphone kelas entry-level dan mid-range lebih cocok dipasarkan untuk wilayah Asia dan pengurangan penggunaan NFC ini sendiri juga dapat memangkas harga yang cukup signifikan.
Bahkan di negara seperti China dan India, QR Code lebih banyak digunakan dibandingkan dengan pemakaian NFC. Pembayaran seperti WeChat Pay, PayTM, UPI, dan Alipay memakai QR Code untuk negara tersebut.
Berbeda dengan Huawei, Motorola, HTC, Sony, dan Apple yang lebih memilih memakai NFC untuk produk mereka secara regional. Hal ini dikarenakan pemakaian NFC lebih banyak digunakan di dunia Barat dibandingkan dengan wilayah Asia. Hal tersebut yang mendasari Xiaomi dan Oppo untuk mengurangi NFC dalam produknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target