Dan ketika ilmuwan mendukung klaim cenayang, kritik biasanya berdatangan. Hal ini terjadi tahun 1970-an ketika fisikawan Russell Targ dan Harold Puthoff mempublikasikan artikel ilmiah dalam jurnal bergengsi Nature, yang mendukung anggapan Uri Geller benar-benar memiliki kemampuan supernatural.
Banyak psikolog, seperti Ray Hyman menyanggah ini—menyoroti kekeliruan besar dalam metodologi penelitian. Ini termasuk lubang di dinding laboratorium yang menghasilkan pemahaman terhadap gambaran yang secara fisik dilukis ulang oleh Geller secara “supernatural”.
Bukti beragam
Faktor lain yang mendukung kepercayaan dalam kemampuan supernatural adalah keberadaan penelitian ilmiah yang mendukungnya. Keberadaan penelitian-penelitian ini memberikan orang-orang yang percaya memiliki bukti bahwa kekuatan gaib benar-benar ada, tetapi mereka mengabaikan fakta bahwa penelitian yang diterbitkan sering dikritik dan penelitian serupa dibutuhkan agar dapat didapat kebenaran yang menyeluruh.
Contoh penting adalah satu artikel ilmiah yang dibuat oleh psikolog sosial Daryl Bem dalam Journal of Personality and Social Psychology. Penelitian tersebut mendukung adanya ramalan (kesadaran kognitif sadar) dan firasat (pemahaman afektif) terhadap kejadian di masa depan. Namun, peneliti lain gagal mendapatkan hasil yang sama.
Pola pikir
Jadi, meskipun ada bukti terjadinya pemalsuan dan penipuan—juga beragam bukti—orang-orang tetap akan percaya dengan fenomena supernatural. Memang, penelitian membuktikan satu dari tiga orang Amerika merasa mereka pernah mengalami kejadian supernatural—dan hampir setengah perempuan Amerika Serikat mengaku pernah merasakan kehadiran roh spiritual.
Apakah ini berkaitan dengan kurangnya kemampuan analitis, pengalaman sebenarnya, atau hanya agar kehidupan di dunia sedikit lebih menarik, sepertinya orang-orang yang percaya akan terus percaya—walau sains membuktikan sebaliknya.
Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Apa Itu Weton Tulang Wangi? Ini Ciri dan Keistimewaannya
-
Dukun yang Kutuk Harry Kane Kini Ramal Argentina Bakal Ditekuk Tanjung Verde
-
Dukun Magang: Mengapa Horor Komedi Jadi Formula Paling 'Nagih' di Bioskop Indonesia?
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid
-
Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati