Suara.com - Motorola diperkirakan akan memperkenalkan smartphone lipat pertama tahun ini sebagai strategi membangkitkan Motorola RAZR (2019). Ponsel lipat ini akan membuka dan menutup secara vertikal, dan ketika dibuka akan menampilkan layar 6,2 inci dengan resolusi 876 x 2142 dan rasio aspek 22: 9.
Namun, akan ada tampilan eksternal yang lebih kecil dengan resolusi 600 x 800 dan rasio aspek dari 4: 3. Kabarnya, RAZR modern ini akan dihargai 1.500 dolar AS atau sekitar Rp 21,32 juta (1 dolar AS = Rp 14.215,43).
Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) menerbitkan paten (via LetsGoDigital) yang diterima oleh pabrikan China tahun lalu. Paten tersebut mencakup clamshell yang dapat dilipat dengan beberapa kesamaan dengan paten Motorola Razr.
Kunci telepon ini adalah engsel fleksibel yang memungkinkan pengguna melipat perangkat dengan beberapa cara berbeda. Dengan layar kedua ditemukan di bagian bawah ponsel, layar ini dapat dilipat ke bagian kecil dari layar fleksibel.
Telepon dapat dilipat lagi membuat perangkat lebih dapat dikantongi, melindungi sebagian besar tampilan dan mengungkapkan sebagian kecil dari bagian atas layar fleksibel.
Kamera utama akan ditemukan di bagian belakang perangkat dengan selfie kakap ditempatkan di bezel atas. Speaker terletak di bagian atas telepon.
Samsung akan menjadi produsen besar pertama yang merilis ponsel lipat ketika Galaxy Fold diluncurkan pada tanggal 26 April lalu dengan label harga 1.980 dolar AS atau senilai Rp 28,14 juta. Diikuti dengan Huawei Mate X yang akan tersedia dengan harga setara dengan 2.600 dolar AS atau kisaran Rp 36,6 juta.
Sementara itu, perusahaan lain seperti Oppo, Xiaomi, dan TCL, mereka akan menawarkan model lipat mereka sendiri. Beberapa paten dari Apple yang terkait dengan iPhone yang dapat dilipat juga diprediksi akan muncul pada tahun 2020.
Nomor paten Lenovo adalah US D828.321 S dan berjudul Fleksibel Ponsel Cerdas. Awalnya, diajukan kembali pada November 2017. [Phonearena]
Baca Juga: iPhone 11 Mengusung Baterai Jumbo?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang