Suara.com - Tim nasional Arena of Valor (AOV) Indonesia menyumbang medali perak kedua di cabang esports seusai dikalahkan tim Thailand dengan skor 0-3 pada babak grandfinal SEA Games 2019 di San Juan Arena, Manila, Filipina, Senin (9/12/2019).
Hasil tersebut membuat tim Merah Putih kecewa karena AOV tadinya adalah salah satu nomor game yang ditargetkan meraih emas di Esports bersama Mobile Legends. Selain itu, Thailand juga sempat dikalahkan Indonesia di babak sebelumnya.
"Secara strategi dan persiapan, timnas AOV kita sudah sangat matang. Thailand adalah rival yang mereka kalahkan sebelum maju ke babak grandfinal dengan skor 2-0," kata Pelatih Timnas AOV Indonesia Priyagung Satriono dihubungi Antara dari Jakarta.
Priyagung juga mengatakan Timnas AOV kalah karena kendala teknis, seperti koneksi internet dan ponsel yang digunakan untuk bermain game dalam laga final kontra Thailand itu.
"Tapi pada grandfinal ini, kendala teknis sangat memengaruhi performa. Kendala pada koneksi internet dan device membuat permainan tidak maksimal. Device di hari pertama juga touchscreen-nya jelek," ujarnya menambahkan.
Sebelum mencapai grandfinal, perjalanan Timnas AOV sempat tersendat di fase grup. Meski membuka laga dengan keunggulan 2-0 atas Singapura, mereka memperoleh hasil seri saat melawan Laos dan Malaysia. Alhasil timnas harus melanjutkan laga ke babak tiebreaker.
Meski harus melewati babak tiebreaker terlebih dahulu, Indonesia mampu unggul 1-0 atas Malaysia sehingga mengantarkan mereka maju ke final upper bracket.
Pada final upper bracket, Indonesia berhadapan dengan pemuncak Grup A Thailand. Pada laga tersebut, tim Merah Putih tampil memukau dengan mengemas dua poin dari tiga set. Slot grandfinal pun berhasil diamankan.
Thailand yang turun ke lower bracket akibat kekalahan tersebut berhasil membungkam Vietnam. Tim Gajah Putih pun kembali menantang Indonesia pada grandfinal.
Baca Juga: Rebut Medali Perak di SEA Games, Timnas Mobile Legends Dipuji
Namun pada grandfinal, tim Thailand mampu bangkit, membalikkan keadaan hingga memaksa tim Indonesia bertekuk lutut pada tiga gim sekaligus. Tim Indonesia pun dipaksa puas atas medali perak.
Perolehan perak tersebut merupakan medali kedua dari cabang esports setelah sebelumnya timnas Mobile Legends juga hanya meraih perak usai ditundukkan tim tuan rumah pada Minggu (8/12/2019) malam.
Selanjutnya, pada Selasa (10/12), Indonesia akan berjuang pada satu nomor tersisa yakni Tekken 7.
Berita Terkait
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Adopsi Format Esports, Sponsor MotoGP dan LaLiga Gelar Liga Futures UEX
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
Terkini
-
Semprot Wartawan 'Punya Otak Nggak Lo?', Hotman Paris Minta Maaf
-
Kendaraan Berhenti Mendadak Picu Kecelakaan Beruntun di MT Haryono Pancoran
-
Kasus Pajak di Banjarmasin Belum Selesai, KPK Kembangkan Perkara dengan Sprindik Baru
-
Dana SAL Jadi Buffer Fiskal, Penggunaan di Luar Defisit Kini Wajib Restu DPR
-
Selain Mereka Teman Amerika, Apa Lagi Alasan Iran Berani Serang Negara Tetangga?
-
Aksi Les Grow hingga Juara ADWI: Sinergi Warga Desa Les Rawat Bumi & Tradisi
-
Solidaritas di Balik Peron: Cerita Unik dan Sisi Humanis Menjadi Anak Kereta
-
IHSG Terbang di Sesi I ke Level 6.228, BBCA dan BBRI Mulai Jadi Buruan
-
Tolak Tekanan Sosial: Mengapa Perempuan Tak Perlu Malu Memakai Outfit yang Sama
-
Helmy Yahya Tawarkan Rebana ke Investor Malaysia, Lahan Industri 43 Ribu Hektare Masih Longgar