Suara.com - Dosen pada umumnya selalu disegani dan dihormati para mahasiswanya. Tapi tak sedikit dosen yang memiliki sikap kekinian saat berinteraksi dengan mahasiswanya. Salah satunya seperti jawaban bercanda seorang dosen yang bikin bingung saat ditanya mahasiswanya ini.
Dibagikan melalui akun base Twitter @collegemenfess pada 21 Desember, pengunggah membagikan foto berupa tangkapan layar berisi pesan WhatsApp dengan dosen tersebut. Ia menanyakan sistemasi dari tugas UAS komunikasi politik yang didapatnya.
Namun, ketika bertanya, mahasiswa tersebut justru mendapat jawaban yang membingungkan dari dosennya dan belum tentu semua orang mengetahuinya.
"Assalamualaikum, selamat siang. Saya mahasiswa ilmu komunikasi tahun 2017. Izin bertanya terkait tugas UAS komunikasi politik. Itu individu atau kelompok ya pak?" tulis mahasiswa tersebut pada awal pesan.
"Waalaikumsalam. Tugasnya kelompok. Tapi kalau nggak sreg sama kelompok silahkan individu saja," jawab sang dosen.
"Dan jika kelompok, itu melanjutkan yang di postingan Instagram atau buat baru lagi ya pak? Terima kasih," tanya mahasiswa itu lagi.
Setelah mendapat pertanyaan seperti itu dari mahasiswanya, dosen tersebut pun menjawab dengan nama salah satu penyanyi di Indonesia, yaitu Glenn Fredly.
"Level jokes dosenku," tulis pengirim foto dalam kolom keterangan pada unggahannya.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 2.300 kali ke sesama pengguna dan menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit warganet yang dibuat bingung dengan jawaban dosen tersebut.
Baca Juga: Keren, IBM Ciptakan Baterai dari Air Laut
Namun, menurut kolom komentar, dosen itu berniat menulis kata "terserah" karena Glenn Fredly dikenal dengan lagunya yang berjudul Terserah.
"Afgan = sadis. Glenn Fredly = terserah," tulis akun @maujadikucing.
"Kalau nggak liat komentarnya pasti aku tidak akan paham," komentar @miratinycle.
"Ini pasti maksudnya 'terserah kali ini sungguh aku takkan pedulii'," tambah @jessikabrillia_.
"Mendapat inspirasi. Besok kalau ditanya, 'mau makan apa?' aku jawabnya 'Glenn Fredly'," ungkap @audee345.
"Dosennya receh wkwk," cuit @_3lililina_.
Berita Terkait
-
Tak Ada Harga Diri, Bencana Alam di +62 Malah Dijadikan Arena Bermain
-
Bon Pembayaran Es Teh Manis Ini Penuh Kejanggalan
-
Ealah Miskom! Tingkah Bule Lihat Pengamen Pertama Kali Ini Bikin Ngakak
-
Bisa Ditiru, Ide Bagus Agar Dosen Penguji Takut Bertanya Saat Sidang
-
Cara Menjawab Generasi Zaman Now Ini Bikin Geleng Kepala
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar