Suara.com - Sejumlah kamera pengawas alias CCTV dipasang untuk mengawasi makam Karl Marx, salah satu pemikir utama paham komunisme, di Pemakaman Highgate, London, Inggris.
Seperti diwartakan The Guardian, Kamis (26/12/2019), kamera CCTV dipasang setelah makam Marx, yang banyak diziarahi itu, sudah dua kali dirusak sepanjang 2019.
Keputusan pemasangan CCTV itu dibuat oleh Marx Grave Trust, yayasan yang berwenang atas makam tersebut. Makam Marx, filsuf asal Jerman itu, adalah kuburan pertama yang diawasi oleh CCTV di lokasi itu.
Tetapi pemasangan kamera pengawas itu disesalkan oleh sejumlah peziarah.
"Cukup aneh ada kamera di sana," kata Frank, seorang peziarah dari Berlin, Jerman. Ia mengaku sedih karena makam filsuf besar itu terpaksa harus diawasi oleh CCTV.
Marx sendiri tidak pernah menganjurkan adanya pengawasan ketat terhadap warga negara. Tetapi gagasannya tentang komunisme telah menginspirasi beberapa rezim paling keji di dunia untuk mengawasi warga negara secara ketat.
Marx wafat di London pada 14 Maret 1883. Ia mangkat pada usia 64 tahun. Ia dimakamkan di Highgate bersama istrinya, Jenny von Westphalen.
Makam Marx, yang juga pernah diziarahi oleh politikus Gerindra, Fadli Zon, pernah dirusak oleh orang tak dikenal pada Januari 2019. Diduga aksi perusakan itu dilakukan menggunakan palu.
Pada Februari serangan serupa juga terjadi. Kali itu, para pelaku tak hanya menggunakan palu, tetapi juga menulis beberapa slogan yang antara lain berbunyi "doktrin kebencian" dan "arsitek genosida".
Baca Juga: Gembong DI/TII Baca Karl Marx, Jejak Kartosoewirjo untuk Indonesia Merdeka
Berita Terkait
-
Anhar Gonggong Tertawa Geli Polisi Sita Buku Franz Magnis Suseno: Harusnya Baca Dulu Isinya!
-
Polda Jatim Sita 11 Buku 'Kiri' dan Anarkisme Tersangka Demo, Benarkah Berisi Paham Terlarang?
-
7 Salah Kaprah Masyarakat dalam Memahami Karl Marx
-
Mengenal Sosok Bapak Sosialisme Dunia Lewat Ulasan Film 'The Young Karl Marx'
-
Pandangan Terry Eagleton Terhadap Pemikiran Karl Marx
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Huawei Mate X7 Resmi Rilis 5 Maret 2026 di Indonesia: HP Lipat Tertipis dengan Kamera Ultra HDR
-
ROG Flow Z13-KJP Resmi Meluncur: Tablet Gaming Paling Powerful di Dunia, Cuma 50 Unit di Indonesia!
-
5 Pilihan HP yang Cocok untuk Game Berat, Anti Lag dan Spek Gahar
-
ASUS ROG 20 Tahun: Raja Gaming Indonesia Hadirkan Laptop Dual-Screen OLED 3K dan AI Generasi Baru
-
31 Kode Redeem FC Mobile 25 Februari 2026, Klaim Dunga dan Voucher Gratis
-
Terpopuler: 7 HP Paling Hemat Baterai Buat Mudik Lebaran, Roster MPL ID Season 17
-
53 Kode Redeem FF 25 Februari 2026: Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Angel Ungu
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli