Suara.com - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan Badai atau Siklon Tropis Claudia saat ini sudah bergerak menjauhi pantai Selatan Jawa sehingga tidak berpengaruh menimbulkan potensi cuaca ekstrem di Jawa dan sekitarnya.
"Tidak lagi berdampak ke Jawa, karena sudah menjauh ke selatan," kata Thomas di Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Siklon tropis adalah pusaran angin yang dipicu oleh daerah tekanan rendah di samudera akibat suhu permukaan laut yang menghangat. Siklon tropis umumnya terjadi di sebelah selatan garis 10 derajat lintang selatan atau di sebelah utara garis 10 derajat lintang utara.
Thomas menuturkan badai atau siklon tropis tidak pernah terjadi di wilayah dekat ekuator seperti Indonesia sehingga tidak ada yang perlu diwaspadai.
Siklon tropis bisa menyebabkan terjadinya angin kencang atau hujan lebat di daerah sekitar pusaran siklon tropis tersebut. Di Indonesia, dampak badai tropis kurang terasa, karena umumnya berada jauh dari wilayah Indonesia. Dalam beberapa kasus, tampak seolah awan di wilayah Indonesia tersedot ke arah siklon tropis, sehingga di wilayah Indonesia relatif berkurang awannya.
Karena siklon tropis terkait dengan pemanasan laut, maka siklon tropis berkaitan dengan musim panas di belahan bumi selatan atau utara.
Thomas menuturkan saat ini belahan selatan sedang mengalami musim panas, maka siklon tropis terjadi di belahan selatan, seperti siklon Claudia.
Badai tropis lazim terjadi pada musim hujan di Indonesia, yakni sekitar Desember–Maret akibat dinamika atmosfer di bumi belahan Selatan, saat matahari berada di Selatan.
Dalam kondisi tertentu, kenaikan suhu muka laut bisa memicu pembentukan daerah tekanan rendah yang kemudian disertai dengan konveksi atau naiknya udara basah yang hangat. Itu menyebabkan badai hanya terjadi di lautan, walau kadang dalam pergerakannya bisa saja berlanjut ke daratan.
Baca Juga: Bibit Siklon Tropis, Penyebab Hujan Badai di Jawa Timur
"Karena ini melibatkan dinamika udara skala regional, maka udara di wilayah sekitarnya juga terpengaruh dengan terjadinya aliran udara secara masif menuju daerah tekanan rendah yang menjadi titik pusaran tersebut. Itulah yang menyebabkan terjadinya angin kencang di wilayah yang luas," ujar Thomas.
Selain itu, karena wilayah konvergensi juga berkaitan dengan wilayah pertumbuhan awan yang aktif, maka angin kencang itu sering disertai dengan hujan lebat. Di daerah pantai, angin kencang bisa menyebabkan gelombang tinggi.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, yang dirilis pada Rabu (15/1/2020) pukul 07.00 WIB, tidak ada siklon tropis yang terdapat di wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa.
BMKG menyebutkan tidak terdapat potensi pertumbuhan siklon tropis dalam tiga hari ke depan. Potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis pada hari Kamis (16/1/2020) kemungkinan kecil, yaknu kurang dari 10 persen.
Wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa meliputi wilayah yang dibatasi antara 0-11 Lintang Selatan dan 90-141 Bujur Timur. [Antara]
Berita Terkait
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk
-
Piala Dunia 2026 Terapkan Protokol Cuaca Ekstrem, Laga Dihentikan Jika Ada Petir
-
4 Kesalahan Pakai Sunscreen dan Sunblock yang Wajib Dihindari saat Panas Ekstrem El Nino Godzilla
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
-
Harga Murah, Vivo TWS 5e Hadir dengan Baterai Tahan 55 Jam dan Fitur ANC
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya
-
3 Tablet Acer Iconia Duo Debut di Computex 2026, Usung Layar OLED hingga 14,2 Inci
-
3 HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Juara, Hasil Foto dan Video Bagus Anti Pecah
-
Dimensity 7500 Setara Snapdragon Berapa? Jadi Chipset Anyar HP Midrange Vivo
-
LOOPS Powerbank Lumi 10.000 mAh Resmi Meluncur, Powerbank Fast Charging 22,5W Harga Rp199 Ribu
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 1 Juni 2026: Borong Emote Juggling dan Skin Angelic Hari Ini
-
realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging