Suara.com - Huawei sepertinya keranjingan membuat ponsel layar lipat. Meski sempat menuai cibiran ketika Mate X, ponsel layar lipat pertama mereka meluncur, produsen teknologi asal China itu nekat melanjutkan proses pembuatan ponsel dengan mekanisme serupa.
Hanya saja, ponsel layar lipat yang kini tengah mereka kembangkan bakal dikemas dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini disampaikan oleh Ross Young, CEO Display Supply Chain Consultants Huawei.
"Kami berharap bisa melihat Huawei mengerjakan model clamshell dan in-folding, dan kami pikir mereka sedang berjuang untuk menghasilkan solusi kaca ultra-tipis untuk clamshell ponsel," ujar Young seperti dikutip dari Phone Arena, Senin (18/5/2020).
Sementara itu, sebuah informasi yang didapat dari pemasok komponen untuk ponsel layar lipat menyebut bahwa Huawei telah memesan 500.000 unit komponen untuk perangkat ini.
Meski baru sebatas rencana, namun Young mengharapkan ponsel layar lipat terbaru Huawei itu akan meluncur pada musim dingin tahun 2020.
"Tapi kami berharap mereka bisa melakukannya (peluncuran) ponsel layar lipat ini pada akhir tahun dan dengan harga yang cukup 'agresif'," imbuh Young.
Memang, penggunaan kata agresif untuk menggambarkan harga ponsel layar lipat Huawei terbaru masih ambigu. Namun, sebagian pihak berasumsi bahwa mereka berani menjual perangkat dengan harga lebih miring ketimbang Mate X maupun Mate Xs.
Sebagai pembanding, Huawei Mate Xs dibanderol dengan harga sekitar 2.700 dolar AS. Seandainya Huawei berani menjual perangkat anyarnya di angka 2.000 dolar AS, maka nilai tersebut memang lebih murah ketimbang ponsel layar lipat pada umumnya.
Rencananya, pengumuman resmi perusahaan terkait keberadaan ponsel layar lipat terbaru Huawei ini akan berlangsung pada bulan September atau Oktober.
Berita Terkait
-
Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis
-
HUAWEI MatePad Pro Max Segera Meluncur di Indonesia, Tablet AI 13 Inci Tipis Siap Gantikan Laptop?
-
Indonesia Kejar Investasi AI China, Airlangga Ungkap Hasil Pertemuan dengan Huawei dan ByteDance
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI
-
Profil Joshua Baker Adik Mitchell Baker yang Bela Hong Kong, Bisa Dinaturalisasi Jadi WNI?
-
Apa Moisturizer Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Umur 40 Tahun? Ini 4 Pilihannya
-
Fakta Mitchell Baker: Sang Adik Bela Hong Kong, Sama-sama Gacor Bobol Lawan
-
5 Rekomendasi Sunscreen Brightening Sesuai Review, Bikin Kulit Cerah dan Glowing Alami
-
Angkat Ritual Asli Banyuwangi, Sihir Tanah Kubur Tembus 57 Ribu Penonton di Hari Pertama