Suara.com - Pengembang Infinity Ward kini menghadirkan Mode Klasik Battle Royale dalam Call of Duty: Warzone yang sekarang dapat dimainkan di PC, PlayStation 4, dan Xbox One.
Dilansir dari Gamespot, Rabu (27/5/2020), mode Klasik Battle Royale ini menghilangkan semua add-on Warzones, seperti uang tunai, kontrak, pemuatan, Gulag, dan menawarkan pengalaman tradisional.
Infinity Ward memperkenalkan mode ini dalam cuitan lewat akun Twitter resmi @InfinityWard pada 23 Mei. Mode klasik ini merupakan mode Battle Royale yang biasa dimainkan para pemain di PUBG, sehingga jika pemain mati tidak akan dikirim ke Gulag melainkan langsung masuk ke mode Spectate.
Ketika Infinity Ward pertama kali memperkenalkan mode ini, studio menyebutnya sebagai pengalaman terbatas. Tidak jelas apakah mode ini akan tetap sebagai tambahan permanen di dalam Warzone.
Selain mode permainan baru, Infinity Ward merilis patch baru untuk Call of Duty: Modern Warfare dan Warzone. Meskipun ukurannya sekitar 31 GB di semua platform, pembaruan terbaru membuat banyak perubahan pada kedua judul game. Pembaruan ini termasuk item dan senjata baru untuk Warzone, peta Modern Warfare, dan banyak lagi.
Tag
Berita Terkait
-
Update Terbaru Call of Duty, Tambahkan Varian Senjata dan Peta
-
Update Call of Duty: Modern Warfare Tuai Banyak Protes
-
Puasa Makin Asyik, Ngabuburit Bareng Lima Game Battle Royale di Android
-
Makin Populer, Call of Duty: Warzone Tembus 50 Juta Player
-
Activision Bakal Bikin Ulang Call of Duty: Modern Warfare 2
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan