Suara.com - Aplikasi konferensi video populer Zoom baru-baru ini memperbaiki kelemahan keamanan yang memungkinkan penyerang potensial memecahkan kode sandi numerik yang digunakan untuk mengamankan rapat virtual dan mengintip peserta.
Rapat zoom secara default dilindungi oleh enam digit kata sandi numerik, tetapi menurut Wakil Presiden Produk SearchPilot Tom Anthony, yang mengidentifikasi masalah ini, mengatakan penyerang mencoba semua 1 juta kata sandi dalam hitungan menit dan mendapatkan akses ke pertemuan Zoom.
Perlu dicatat bahwa Zoom mulai memerlukan kode sandi untuk semua pertemuan pada bulan April sebagai tindakan pencegahan untuk memerangi peretasan yang biasa disebut Zoom bombing, yang mengacu pada tindakan mengganggu dan membajak rapat Zoom tanpa diundang untuk berbagi konten cabul dan rasis.
Anthony, sebagaimana dilaporkan Hacker News dikutip Jumat, melaporkan masalah keamanan kepada Zoom pada 1 April 2020, bersama dengan skrip proof-of-concept berbasis Python, seminggu setelah Zoom memperbaiki kesalahan pada 9 April.
Fakta bahwa rapat, secara default, diamankan dengan kode enam digit berarti hanya ada maksimal satu juta kata sandi.
Tetapi dengan tidak adanya pemeriksaan untuk upaya kata sandi salah yang berulang, penyerang dapat memanfaatkan klien web Zoom (https://zoom.us/j/MEETING_ID) untuk terus mengirim permintaan HTTP untuk mencoba semua satu juta kombinasi.
"Dengan peningkatan threading, dan distribusi di 4-5 server cloud, Anda dapat memeriksa seluruh ruang kata sandi dalam beberapa menit," kata Anthony.
Serangan itu bekerja pada rapat Zoom berulang, menyiratkan bahwa aktor jahat bisa memiliki akses ke pertemuan yang sedang berlangsung setelah kode sandi dibongkar.
Peneliti juga menemukan bahwa prosedur yang sama dapat diulangi bahkan dengan pertemuan terjadwal dengan opsi untuk mengganti kode sandi default dengan varian alfanumerik yang lebih panjang, dan menjalankannya terhadap daftar 10 juta kata sandi teratas untuk secara kasar memaksa login.
Baca Juga: Agar Tetap Kece Badai, Ini 6 Tips Make Up saat Nge-Zoom untuk Bekerja
Secara terpisah, masalah terungkap selama proses masuk menggunakan klien web, yang menggunakan pengalihan sementara untuk mencari persetujuan pelanggan terhadap persyaratan layanan dan kebijakan privasi.
Setelah temuan itu, Zoom menjadikan klien web offline untuk mengurangi masalah pada 2 April sebelum mengeluarkan perbaikan seminggu kemudian.
Platform konferensi video, yang menarik perhatian untuk sejumlah masalah keamanan karena penggunaannya melonjak selama pandemi coronavirus, telah dengan cepat menambal kelemahan ketika terungkap.
Baru awal bulan ini, perusahaan tersebut membahas kerentanan nol hari di aplikasi Windows-nya yang dapat memungkinkan penyerang untuk mengeksekusi kode arbitrer pada komputer korban yang menjalankan Windows 7 atau lebih lama.
Pembaruan juga memperbaiki kelemahan terpisah yang bisa memungkinkan penyerang meniru suatu organisasi dan menipu karyawan atau mitra bisnisnya untuk mengungkapkan informasi pribadi atau rahasia lainnya melalui serangan rekayasa sosial. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Batal ke Papua, Pegawai BGN yang Viral Main HP Saat Zoom Dimutasi ke Sulsel
-
7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam
-
2 Rekomendasi HP Kamera Optical Zoom, Ketahui Bedanya dengan Digital Zoom
-
Apa Perbedaan Telephoto dan Optical Zoom? Sering Diunggulkan pada Spesifikasi Kamera HP
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis