Suara.com - Saat berbelanja online di luar e-commerce, para penjual pasti akan menanyakan asal kota pembeli untuk menghitung ongkos kirim barang dari asal kota penjual. Baru-baru ini, warganet menemukan pembeli yang langsung diblokir oleh penjual usai menyebutkan nama dari asal kotanya.
Jarang ada yang mengetahui asal kota pembeli tersebut, sehingga dikira tengah bercanda dan tak sopan kepada penjual.
Dibagikan kembali oleh akun Twitter @txtdarionlshop pada 31 Agustus, pemilik akun mengunggah gambar tangkapan layar isi pesan WhatsApp antara penjual dan pembeli yang telah dipotong. Mulanya, pembeli mengirim pesan terlebih dahulu dan menuliskan keinginannya untuk membeli barang yang dijual. Penjual tersebut pun membalasnya dengan mengirim harga promo barang dan asal kota pembeli.
"Halo kak saya mau order," tulis pembeli.
"Promo beli 1 gratis 1 harga Rp 659.000. Maaf dari kota mana kak?" balas penjual.
Namun, setelah pembeli tersebut menjawab asal kotanya, penjual itu tampak bingung, hingga akhirnya memblokir nomor WhatsApp pembeli. Hal itu terlihat dari tanda keterangan pesan terkirim yang mulanya ceklis dua biru menjadi hanya ceklis satu.
"Fakfak," jawab pembeli menuliskan nama kota yang berada di Papua Barat.
Penjual tersebut pun kembali bertanya, "Maksudnya?"
"Ko tanya sa dari kota mana. Sa jawab fakfak," balas pembeli.
Baca Juga: Heboh Ikan Cupang Ngekos, Warganet: Karantina Mandiri dalam Aquarium
Hanya selang lima menit setelah mengirim pesan tersebut, nomor pembeli itu pun diblokir oleh penjual.
"Diblock ka," tulis pembeli itu lagi.
Mengingat tak banyak yang tahu nama kota tersebut, penjual itu mengira bahwa pembeli hanya bercanda dan menggunakan kata yang tidak sopan. Di mana, kata "Fak" terkadang sering digunakan oleh kaum muda saat ini sebagai kata slang dari bahasa Inggris "F***".
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 3.800 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menarik perhatian dan menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit warganet yang menyayangkan ketidaktahuan penjual mengenai wilayah di Indonesia.
"Selain wawasan ilmu jualan, harus dipelajari wawasan wilayah negara sendiri," tulis akun @tiramvi.
"Fix pas waktu SD disuruh ngafalin peta buta dia malah cinta buta," komentar @akularonn.
"Penjualnya nggak tau aja ada kecamatan yang namanya Makasar taunya di Jakarta, terus kecamatan Depok taunya di Jogja," tambah @erisa_santika.
"Bisa jualan tapi nggak bisa buka Google buat searching dulu. Kan penjualnya cuma nanya dari kota mana dan udah dijawab. Kecuali dia tanya alamat lengkap tapi cuma dijawab gitu yaa baru bingung. Sombong bener langsung diblok," ungkap @classicmatcha.
"Positif thinking napa, siapa tau penjualnya ada mantan di Fakfak. Terus baper," cuit @dirg_angk.
Berita Terkait
-
Kaesang Mau Ditipu, Warganet: Bentar Lagi Depan Rumah Ada Tukang Bakso
-
Terpeleset, Kecelakaan Motor Beruntun ini Endingnya Malah Ngeselin
-
Bukan Manusia, Pengemudi Ini Malah Dapat Penumpang yang Bikin Gemas
-
AS Blokir WeChat, Apple Terancam Kehilangan Pasar di China
-
Ditegur Dishub Tak Pakai Masker, Tingkah Pengendara Ini Bikin Ngakak
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026
-
Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut
-
Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA
-
2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka
-
Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan
-
Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia
-
Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam
-
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki
-
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby
-
BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik