Suara.com - Perpustakaan Universitas Cambridge, Inggris melaporkan bahwa dua buku catatan milik Charles Darwin yang berisi gagasan perintisnya yang terkenal tentang evolusi dan sketsa "Tree of Life" hilang. Dilaporkan pada Selasa (24/11/2020), pihak perpustakaan menduga buku itu dicuri.
Ilmuwan Inggris ini mengisi buku catatan tersebut pada 1837, di usia 28 tahun, tak lama setelah kembali dari pelayarannya dengan HMS Beagle. Perpustakaan mengatakan buku-buku bersampul kulit itu bernilai jutaan poundsterling.
Dalam salah satu buku, Darwin menggambar diagram yang menunjukkan beberapa kemungkinan evolusi suatu spesies dan menerbitkan ilustrasi yang lebih berkembang dalam bukunya 1859 berjudul Tentang Asal-usul Spesies.
Buku catatan ini disebut "Transmutation Notebooks" karena di sinilah Darwin pertama kali berteori bagaimana spesies dapat "bertransmutasi" dari bentuk awal ke bentuk selanjutnya, sebuah proses yang kemudian didefinisikan sebagai teori evolusi Darwin.
Menurut Live Science, buku-buku itu terakhir terlihat pada musim gugur 2020 ketika diambil dari Ruang Koleksi Khusus di Perpustakaan Universitas Cambridge untuk pemotretan. Namun, selama pemeriksaan rutin pada Januari 2001, kurator tidak menemukan buku-buku tadi.
Meskipun mungkin diletakkan di tempat yang salah, pencarian menyeluruh selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil. Dilansir dari Science Alert pada Kamis (26/11/2020), perpustakaan kembali melakukan pencarian besar tahun ini, yang terbesar dalam sejarah perpustakaan, namun gagal menemukan buku catatan tersebut sehingga perpustakaan sedang mempertimbangkan kemungkinan buku itu dicuri.
"Kurator telah menyimpulkan bahwa buku catatan itu kemungkinan besar telah dicuri," kata pihak perpustakaan dalam sebuah pernyataan.
Perpustakaan telah melapor ke polisi setempat dan buku-buku itu telah terdaftar di database Interpol tentang karya seni yang dicuri, yang disebut Psyche.
Jessica Gardner, pustakawan Universitas Cambridge merilis pernyataan video yang mengimbau publik untuk membantu menemukan buku catatan tersebut.
Baca Juga: Ilmuwan Peringatkan Evolusi Virus Dapat Merusak Vaksin Covid-19
"Sangat disayangkan buku catatan ini hilang meskipun dilakukan pencarian dalam skala luas selama 20 tahun terakhir. Saya akan meminta siapa pun yang merasa tahu keberadaan buku catatan itu untuk menghubungi. Tolong bantu," ucap Gardner seraya menambahkan bahwa perpustakaan telah meningkatkan sistem keamanannya secara besar-besaran.
Meski begitu, bentuk digital dari kedua buku yang hilang itu masih tersedia secara online. Namun perpustakaan berharap mendapatkan kembali buku fisik yang sebenarnya.
Berita Terkait
-
Jejak Digital Tidak Pernah Hilang: Sudahkah Kita Bijak Bermedia Sosial?
-
Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail
-
Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail
-
Satu Studio Menangis: 3 Alasan Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan" Sukses Sampaikan Pesan
-
Yasmin Napper dan Lulu Tobing Bagikan Memori Keluarga yang Paling Berharga
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli