Suara.com - Facebook secara keliru memblokir iklan beberapa bisnis kecil dalam platformnya akibat pengawasan sistem kecerdasan buatan yang salah, menurut laporan Bloomberg pada Jumat (27/11/2020).
Kesalahan yang dibuat oleh algoritma AI tersebut ingin menyingkirkan iklan yang menyinggung dari Facebook.
Kesalahan ini menyebabkan bisnis yang sudah kesulitan, ditambah kehilangan peluang penjualan online di tengah kondisi pandemi.
Bagi banyak bisnis kecil, Facebook telah menjadi jalur alternatif untuk pemasaran produk yang kuat, tetapi ada beberapa kekurangan yang mencakup masalah dengan perangkat lunak moderasi konten Facebook, pilihan terbatas untuk dukungan pelanggan, dan kurangnya transparansi terkait cara memperbaiki masalah.
Salah satu korban kesalahan tersebut, Ruth Harrigan, pengusaha berbasis New York yang mengatakan bahwa perusahaan madu dan produk lilin lebahnya secara misterius diblokir karena "melanggar" kebijakan Facebook awal bulan ini.
"Saya merasa sedikit cemas karena Black Friday semakin dekat, sebagian besar penjualan saya untuk tahun ini terjadi pada November dan Desember. Jika saya diblokir lebih lama dari ini, itu akan melumpuhkan bisnis saya," kata Harrigan kepada Bloomberg, dikutip melalui New York Post pada Sabtu (28/11/2020).
Harrigan mengeluh ke Facebook dan akunnya dipulihkan beberapa hari kemudian, tetapi pengusaha tersebut memperkirakan bisnisnya kehilangan sekitar 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 70,3 juta dalam penjualan.
Tahun ini, Facebook telah mengerahkan pengawas yang terdiri dari karyawan manusia untuk fokus pada pemilihan umum dan misinformasi Covid-19, membiarkan algoritma AI untuk memantau area lain dalam platform. Akibatnya, bisnis kecil yang terkena imbasnya dalam filter otomatis Facebook.
"Kami tahu ini bisa membuat frustasi untuk mengalami segala jenis gangguan bisnis, terutama pada saat kritis tahun ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan oleh gangguan yang baru-baru ini terjadi," ucap seorang perwakilan Facebook kepada The Post.
Baca Juga: Tertipu Foto di Facebook, Bapak-Bapak Keliru Ajak Artis Korea Menikah
Tak hanya kehilangan jumlah penjualan, dalam beberapa kasus, bisnis kecil juga dipaksa untuk melakukan pemotongan biaya dan memberhentikan staf karena perubahan dalam algoritma iklan Facebook.
Salah satu pendiri perusahaan pemasaran digital 4AM Media, Yaniv Gershom, mengatakan kepada Bloomberg bahwa ia harus menghentikan 12 pekerjaan karena larangan akun iklan Facebook yang telah berlangsung hampir enam bulan.
Wakil presiden integritas Facebook, Guy Rosen, baru-baru ini mengakui masalah tersebut dalam panggilan pers.
"Saat kami melakukan lebih banyak tindakan, kami menghapus lebih banyak konten, juga ada lebih banyak peluang bagi mereka yang melakukan kesalahan," ucap Rosen.
Namun, penjelasan tersebut tidak memuaskan pemilik bisnis seperti Harrigan, yang tidak pernah diberi penjelasan mengapa akunnya diblokir. Ia mengaku Facebook hanya mengatur ulang semuanya seolah-olah kesalahan tersebut tidak pernah terjadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pasar Forex Lagi Tenang, Tapi Ada Sinyal Bahaya yang Diincar Investor Besar
-
22 Vespa Kesayangan Ludes Terbakar di KM Mutiara Sentosa II
-
Punya Rumah Makin Mudah, KPR BRI di Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan DP 1%
-
Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut
-
Fenomena 'Ghosting' Rekrutmen: Ketika Perusahaan Menuntut Profesionalisme tapi Lupa Etika Dasar
-
Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump
-
BRI Dukung Transformasi PMI di Taiwan Menjadi Wirausaha Produktif
-
BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri