Suara.com - Pengertian vegetatif alami ialah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan ke betina. Apakah vegetatif alami terjadi pada hewan dan tumbuhan? Seperti apa contohnya? Simak penjelasan berikut.
Reproduksi vegetatif alami contohnya membelah diri, di mana hewan melakukan perkembangbiakan dengan membelah diri. Pembelahan diri biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah atau bersel satu misalnya amoeba dan paramaecium.
Pertumbuhan vegetatif alami juga bisa terjadi pada tumbuhan. Pada tumbuhan ada berbagai macam caranya. Bila Anda cukup punya waktu untuk mengamati coba lihat perkembangan tumbuhan dengan cara akar tinggal yang termasuk ke dalam jenis vegetatif alami pada tumbuhan.
Pertumbuhan atau perkembangbiakan dengan akar tinggal berarti batang tumbuhan dapat menjalar ke tanah atau biasa disebut dengan akar tinggal, akar rimpang, atau akar tongkat. Contoh tumbuhan yang mengalami perkembangbiakan ini ialah lengkuas, jahe, kunyit, dan temulawak.
Lalu ada juga perkembangbiakan vegetatif alami dengan cara spora. Pertumbuhan spora berarti pertumbuhan inti sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan. Spora terletak pada kotak spora atau sporanium yang berkumpul di dalam sorus atau kumpulan kotak spora.
Sorus terletak di tepi bawah daun yang berupa bintik-bintik kecokelatan. Saat sporanium pecah, maka spora akan keluar dan jatuh. Kalau jatuh di tempat yang cocok untuk pertumbuhan maka spora itu akan tumbuh menjadi tanaman baru.
Kemudian ada juga yang mengalami vegetatif alami dengan umbi lapis. Umbi lapis ialah daun yang berlapis-lapis dan tebal sehingga membentuk seperti batang. Pada bagian dasar tumbuhan terdapat bakal tunas, kemudian bakal tunas itu pada waktunya akan tumbuh menjadi tunas dan bertumbuh menjadi tanaman baru. Tunas ini bisa ditanam secara terpisah dari induknya agar pertumbuhannya lebih baik.
Selain itu, ada vegetatif alami dengan umbi batang. Umbi batang ialah batang yang tumbuh di dalam tanah dan digunakan untuk menyimpan cadangan makanan dan membentuk umbi. Umbi ditanam, kemudian akan muncul tunas dan bisa tumbuh menjadi tanaman baru.
Perkembangbiakan dengan vegetatif alami selanjutnya ialah tumbuhan dengan umbi akar yang dapat berkembang biak dengan tunas dari bekas batangnya. Batang yang dipotong dan bisa menumbuhkan tunas baru dan kemudian menjadi individu baru. Contoh konkrit mengenai tanaman yang dapat tumbuh dari umbi akar ialah singkong.
Baca Juga: Ciri-ciri Makhluk Hidup, Pelajaran IPA Kelas 3 SD
Secara lebih ringkas, berikut contoh tanaman yang dapat berkembang biak dengan proses vegetatif alami antara lain:
- Umbi batang seperti bengkuang dan kentang
- Umbi lapis seperti bakung, bawang putih, bawang bombay, tulip
- Umbi akar seperti wortel, singkong, lobak
- Bonggol seperti suweg dan talas
- Rimpang contohnya lengkuas, jahe, kunyit, canna, dan teratai
- Garagih seperti rumput teki, kesemek, sukun, cemara
- Tunas seperti pisang, bambu, tebu, nanas
- Tunas adventif seperti cocor bebek, kesemek, sukun, dan cemara
- Spora seperti ganggang laut, lumut, supir, dan pakis
Demikian uraian mengenai pengertian vegetatif alami dan contoh-contoh tanaman yang dapat tumbuh dengan proses produksi vegetatif alami. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik