Suara.com - Sebuah firma hukum di Amerika Serikat telah mengajukan gugatan class action terhadap Sony atas keluhan terhadap controller DualSense PlayStation 5 (PS5).
Para pengguna PS5 mengeluhkan controller tersebut mengalami masalah drift yang memungkinkan controller rusak dan bergerak otomatis, padahal perangkat sedang tidak dalam kondisi dimainkan.
Firma hukum Chimicles Schwartz Kriner & Donaldson-Smith LLP (CSK & D), resmi mengajukan gugatan class action di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.
Gugatan diajukan atas nama Lmarc Turner dan semua orang lain yang mengalami situasi serupa.
Gugatan menyebutkan bahwa Sony telah mengetahui adanya masalah pada controller DualSense melalui keluhan konsumen secara online, keluhan konsumen secara langsung, dan pengujian sebelum dirilis.
"Saat konsumen mengalami masalah drift, opsi untuk perbaikan sangat tipis. Pelanggan mesti menunggu dalam waktu lama dan harus berurusan dengan permintaan telepon yang telah direkam sebelumnya. Barulah mereka bisa berbicara dengan agen mengenai perbaikan untuk masalah Controller DualSense," tulis laporan CSK & D, dikutip dari IGN, Selasa (16/2/2021).
Lmarc Turner selaku penggugat yang berbasis di Virgina melaporkan dirinya telah membeli PS5 pada 5 Februari 2021. Di hari yang sama, ia menemukan bahwa PS5 yang baru saja dibeli ternyata mengalami masalah drift.
Turner kemudian menghubungi Customer Service Sony. Ia kemudian diberitahu untuk mengatur ulang permainan dan konsolnya.
Namun, CS Sony tidak menawarkan bantuan lebih lanjut. Dikarenakan masih bermasalah, Turner akhirnya membeli controller DualSense untuk kedua kali.
Baca Juga: Youtuber Ini Rela Habiskan Rp 947 Juta Beli PS5 Terbesar di Dunia
"Seandainya penggugat mengetahui adanya masalah pada konsolnya, dia tidak akan membeli PS5, atau akan membayar jauh lebih sedikit untuk itu," tambah dokumen gugatan.
Selain itu, Turner juga sepakat untuk menyetujui syarat dan ketentuan Sony saat membeli PS5.
Namun, ia diharuskan mengirim surat ke Sony yang menyatakan untuk tidak ikut serta dalam sengketa apapun melalui arbitrase individu.
Dokumen gugatan juga menyertakan beberapa keluhan di media sosial mengenai masalah PS5 mereka. Bahkan, CSK & D juga mencantumkan masalah serupa untuk controller PS4, DualShock.
Gugatan tersebut menyatakan bahwa Sony tidak ada keinginan untuk memperbaiki masalah drift di controller DualSense.
Tuduhan mengatakan, Sony hanya melakukan semacam perbaikan kecil dan mengirim kembali controller yang masih dalam kondisi rusak dan rentan jika dimainkan.
Lebih lanjut, gugatan juga menganggap Sony bahwa perusahaan telah melanggar hukum, menipu, curang, dan tidak adil. Mereka diminta untuk membuat kebijakan penarikan kembali controller yang bermasalah, penggantian gratis, hingga dituntut ganti rugi.
Berita Terkait
-
Selama 2 Bulan, PS5 Berhasil Terjual hingga 4,5 Juta Unit
-
AMD Pastikan Pasokan Chip PS5 Cukup hingga Pertengahan Tahun
-
Dear Penggemar Game Resident Evil, Ada Upgrade Gratis di PS5
-
Resident Evil Village Sambangi PS4, Tawarkan Upgrade Gratis di PS5
-
Hari Ini PS5 Resmi Masuk ke Indonesia, Berikut Daftar Gerai yang Menjualnya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?