Suara.com - Empat orangutan dan lima bonobo (simpanse kerdil) di Kebun Binatang San Diego menerima masing-masing dua dosis vaksin virus Corona (Covid-19) eksperimental, yang dikembangkan perusahaan farmasi hewan Zoetis.
Menurut laporan, sembilan hewan itu adalah primata non-manusia pertama yang menerima vaksin Covid-19 eksperimental.
Sebelumnya, pihak kebun binatang menghubungi Zoetis setelah beberapa gorila di sana dinyatakan positif Covid-19 pada Januari dan perusahaan farmasi menanggapi dengan memberikan sedikit pasokan vaksin.
Dilansir dari Live Science, Jumat (5/3/2021), satu gorila juga dijadwalkan untuk divaksinasi di kebun binatang, tetapi karena banyak gorila di sana telah dinyatakan positif dan pulih dari Covid-19, hewan-hewan itu menjadi prioritas yang lebih rendah untuk vaksinasi saat ini.
Tetapi Zoetis berencana memberikan lebih banyak vaksin ke Kebun Binatang San Diego dan kebun binatang lain setelah memiliki persediaan vaksin yang lebih banyak.
Zoetis awalnya mengembangkan vaksin Covid-19 untuk digunakan pada anjing dan kucing, tetapi beralih mempelajari vaksin untuk mink setelah wabah besar yang terjadi di peternakan mink tahun lalu.
Vaksin ini masih bersifat eksperimental dan belum disetujui untuk digunakan pada hewan di Amerika Serikat, tetapi Zoetis saat ini sedang dalam pembicaraan dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat untuk persetujuaan penggunaan vaksin Covid-19 pada mink.
Menurut Science Magazine, vaksin Zoetis mirip dengan vaksin Covid-19 Novavax untuk manusia, yang memberikan versi modifikasi dari protein lonjakan (spike protein) virus Corona.
Tidak jarang vaksin yang dikembangkan untuk satu spesies hewan digunakan kembali untuk spesies lain. Sebelumnya, kera di Kebun Binatang San Diego juga menerima vaksin flu dan campak yang digunakan pada manusia.
Baca Juga: Kabar Gembira, 4,6 Juta Dosis Vaksin dari Inggris Segera Tiba Maret Ini
Anggota spesies hewan lain seperti musang kaki hitam yang terancam punah juga menerima vaksin Covid-19 eksperimental yang berbeda di Colorado tahun lalu.
Berita Terkait
-
Ahli Sarankan Pasien Rheumatoid Harus Suntik Vaksin Covid-19 Awal
-
Ingat! Tak Perlu Unggah Sertifikat Vaksin Covid 19 di Media Sosial
-
Menkominfo Minta Masyarakat Tak Pamer Sertifikat Vaksin ke Media Sosial
-
Tukang Ojek Hingga Sopir di Tangerang Akan Terima Vaksin Pertengahan Maret
-
Studi: Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif untuk Lansia 80 Tahun ke Atas
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan