Ilustrasi bekerja dari rumah. (Unsplash/Bench Accounting)
Suara.com - Pandemi Covid-19 memaksa sebagian besar orang untuk beraktivitas dari rumah, termasuk bekerja. Hal ini dijadikan peluang bagi pelaku serangan siber melakukan aksinya.
Untuk meminimalkan insiden siber, ada beberapa panduan dasar tentang keamanan informasi dapat
membantu kamu melindungi diri dan perusahaan.
Kaspersky memberikan panduan dasar yang dapat bermanfaat bagi perusahaan dan melindungi keamanan dari para kamu.
Panduan dasar ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, namun yang paling utama adalah penerapannya yang tepat. Simak rekomendasi Kaspersky berikut ini:
Akses ke sistem dan layanan perusahaan
- Gunakan kata sandi yang kuat untuk seluruh akun, setidaknya memiliki 12 karakter, tidak
mengandung kata dalam kamus, dan termasuk karakter khusus dan angka. - Buat kata sandi unik untuk setiap akun. Jika menggunakan kembali kata sandi, kebocoran
di satu layanan dapat membahayakan layanan lainnya. - Jaga kerahasiaan kata sandi, dalam kondisi apapun. Jangan pernah menuliskannya di catatan,
menyimpannya dalam file, dan membagikannya dengan rekan kerja. - Aktifkan autentikasi dua faktor untuk setiap layanan yang mengizinkannya.
Mengelola Data Pribadi
- Lakukan perusakan dokumen sebelum dibuang alih-alih hanya membuangnya begitu saja.
- Gunakan saluran aman untuk bertukar file yang berisi data pribadi (misalnya, berbagi dokumen
Google Doc dengan kolega tertentu. - Bagikan data pribadi klien dengan kolega secara ketat dan hanya jika terdapat kebutuhan
tertentu untuk itu.
Ancaman siber umum
- Periksa tautan dalam email dengan cermat sebelum mengklik, dan ingat bahwa nama pengirim
yang meyakinkan bukanlah jaminan keaslian. - Jangan pernah mentransfer uang ke rekening yang tidak dikenal hanya berdasarkan email atau pesan langsung.
- Tinggalkan flash drive yang tidak dikenal, jangan pernah hubungkan flash drive yang ditemukan ke komputer.
- Sebelum membuka file, periksa dan pastikan file tersebut tidak dapat dieksekusi (pelaku
kejahatan siber sering menyamarkan file berbahaya sebagai dokumen kantor).
Komentar
Berita Terkait
-
4 Tips Maksimalkan Produktivitas Selama Bekerja dari Rumah
-
Inilah 10 Aplikasi yang Paling Diminati Anak-Anak di Dunia Tahun 2020 - 2021
-
Tips Atur Nutrisi yang Baik Saat Bekerja dari Rumah
-
Duh! Indonesia di Posisi ke-7 Jadi Objek Serangan Komputer ICS Global
-
Waduh! Indonesia Jadi Target Empuk Kejahatan Siber selama Pandemi
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Debut Pekan Depan, Huawei Nova 15 Max Bawa Baterai 8.500 mAh dan Chipset Kirin
-
Spesifikasi Vivo T5 Pro di Indonesia: Bawa Bodi Tipis, Chip Kencang, dan Baterai Jumbo
-
5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
-
Xiaomi Siap Rilis Smart Band Anyar Bulan Ini: Layar Lebih Besar, Bodi Premium
-
Daftar HP Android yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp Per September 2026, Cek Ponselmu Sekarang
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Mei 2026: Klaim Motor Gintama dan Katana Gelombang Laut
-
Fitur Baru Google Gemini Bisa Bikin File Otomatis, dari Word, PDF hingga Excel Tanpa Ribet
-
Moto G47 Debut dengan Kamera 108 MP, Apa Bedanya dengan HP Murah Moto G45?
-
Pasar Smartphone Global Q1 2026 Tumbuh 1 Persen, Samsung Kembali Jadi Raja, iPhone 17 Ikut Melejit
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera 3x Hilang, Diganti Sensor 200MP dan Teknologi AI?