“Mengenai kerak, kami juga mendapat manfaat dari fakta bahwa kerak dan mantel terbuat dari batuan yang berbeda, dengan lompatan kecepatan yang kuat di antara keduanya,” jelas dia.
Struktur kerak dapat ditentukan secara tepat berdasarkan lompatan ini.
Menurut data, di lokasi pendaratan InSight lapisan atas setebal sekitar delapan kilometer, dengan margin dua kilometer.
Di bawahnya, lapisan lain mengikuti sekitar 20 kilometer, dengan margin lima kilometer.
“Ada kemungkinan bahwa mantel dimulai di bawah lapisan ini, yang akan menunjukkan kerak yang sangat tipis, bahkan dibandingkan dengan kerak benua di Bumi," terang Dr Knapmeyer-Endrun.
Di bawah Cologne, dia menambahkan, misalnya, kerak bumi setebal sekitar 30 kilometer.
Ada lapisan ketiga di Mars, yang akan membuat kerak di bawah lokasi pendaratan setebal 39 kilometer, dengan margin delapan kilometer.
Itu akan konsisten dengan temuan sebelumnya, tetapi sinyal dari lapisan ini tidak penting untuk mencocokkan data yang ada, kata para ahli.
Dalam kedua kasus mereka tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa seluruh kerak terbuat dari bahan yang sama yang diketahui dari pengukuran permukaan dan dari meteorit Mars.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jogja Masih Tinggi, Indonesia UFO Day Batal Digelar
Data menunjukkan lapisan paling atas terdiri dari batuan berpori yang tidak terduga.
Mungkin juga ada jenis batuan lain pada kedalaman yang lebih besar daripada basal yang terlihat di permukaan.
Pengukuran ketebalan kerak tunggal di lokasi pendaratan InSight sudah cukup untuk memetakan kerak di seluruh planet.
Pengukuran dari satelit yang mengorbit Mars memberikan gambaran yang sangat jelas tentang medan gravitasi planet.
Hal ini memungkinkan para ilmuwan membandingkan perbedaan relatif dalam ketebalan kerak dengan pengukuran yang diambil di lokasi pendaratan.
Kombinasi data ini memberikan peta yang akurat.
Data tentang struktur Mars saat ini juga dapat memberikan informasi tentang bagaimana planet ini berevolusi.
Berita Terkait
-
Sampel Tanah dari Mars Ungkap Kondisi Layak Huni 1 Juta Tahun Lalu
-
NASA Deteksi Potensi Lebih Banyak Air di Mars
-
China Berencana "Menjajah" Luar Angkasa Mulai 2033
-
Tak Ingin Kalah, China Akan Bangun Peradaban Manusia di Mars, Rencananya Wow Banget
-
Penjelajah NASA Mulai Cari Tanda dan Kumpulkan Kehidupan Kuno di Mars
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek