Suara.com - Instagram telah membuat akun baru di bawah 16 tahun menjadi pribadi secara default.
Sehingga hanya pengikut yang disetujui yang dapat melihat posting dan "suka" atau komentar.
Pengujian menunjukkan hanya satu dari lima memilih akun publik ketika pengaturan pribadi adalah default.
Pemegang akun yang ada akan dikirimi pemberitahuan "menyoroti manfaat" beralih ke pribadi.
Tetapi Instagram juga mengatakan, sedang mendorong aplikasi baru untuk di bawah 13 tahun, meskipun ada reaksi dari beberapa kelompok.
"Kami ingin membangun pengalaman yang dirancang khusus untuk mereka, dikelola oleh orang tua dan wali," kata perusahaan induk Facebook dilansir laman BBC, Rabu (28/7/2021).
Meskipun itu juga mengembangkan sistem kecerdasan buatan untuk menemukan dan menghapus akun di bawah umur.
RUU Keamanan Online yang akan datang, menempatkan tanggung jawab pada raksasa teknologi untuk memastikan perlindungan yang memadai.
Langkah ini sebagai cara mencegah anak-anak mengakses konten yang berpotensi berbahaya.
Baca Juga: Curhat Warga Makan Gorengan, Syok Bungkusnya dari Surat PCR Positif Covid-19
Pada Maret lalu, diumumkan bahwa pengguna yang lebih tua akan dapat mengirim pesan kepada remaja yang sudah mengikuti mereka saja.
Tetapi sistem bergantung pada usia yang tercantum dalam akun, sesuatu yang mungkin dibohongi oleh pengguna yang lebih muda untuk menghindari pembatasan seperti itu.
Instagram mengatakan pembaruan terbarunya adalah tentang "mencapai keseimbangan yang tepat".
"Secara historis, kami meminta kaum muda untuk memilih antara akun publik atau akun pribadi ketika mereka mendaftar ke Instagram, tetapi penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa mereka menghargai pengalaman yang lebih pribadi," kata perusahaan itu.
"Perubahan lain, mencegah akun yang menunjukkan perilaku yang berpotensi mencurigakan, seperti baru-baru ini diblokir dari pengiriman pesan atau mengikuti akun anak-anak, akan membuat mereka sulit ditemukan untuk orang dewasa tertentu", kata Instagram.
Sementara itu, "pendekatan yang lebih berhati-hati" akan membuat pengiklan dapat menargetkan anak-anak hanya berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lokasi, daripada minat dan kebiasaan menjelajah web.
Berita Terkait
-
Lucinta Luna Sebut Ivan Gunawan Calon Suami, Netizen: Tobat Bang!
-
Dokter Tirta Bongkar Kenapa Deddy Corbuzier Sulit Terpapar Covid-19, Ternyata Karena Ini
-
Cara Menghapus Akun Instagram secara Permanen dan Sementara
-
Instagram Stories Kini Punya Fitur Terjemahan
-
2 Cara Menghapus Akun Instagram, Mau Sementara atau Permanen?
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
Terkini
-
Promo Mako Cake & Bakery, Diskon Rp15.000 Khusus Nasabah BRI!
-
Pekerja Sawit Nyaris Diterkam Harimau di Perkebunan Siak: Saya Trauma
-
3 Cara Memakai Emas Menurut Feng Shui yang Dipercaya Ampuh Menarik Rezeki
-
Cara Makan Enak di Marugame Udon Seharga Rp10 Ribu, Khusus Nasabah BRI
-
Lionel Messi Lewat! Kylian Mbappe Ukir Sejarah Top Skor Back-to-Back di Piala Dunia 2026
-
Istana Minta Kasus Febrie Adriansyah Tak Dikaitkan dengan Presiden Prabowo
-
Kak Seto Usul Seluruh RT di Jakarta Punya Seksi Perlindungan Anak
-
FIFA Cuan Rp 161,7 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Finansial Terbesar Sepanjang Sejarah
-
4 Hari Tanpa Makanan, Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Lihat Ibunya Meninggal di Tengah Laut
-
Kejagung Belum Tahan Febrie, Alasan Kooperatif Dinilai Tak Menjawab Substansi