Suara.com - Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Doktor Pratama Persadha mengatakan data-data pribadi dalam kasus dugaan peretasan BRI Life sangat lengkap.
Seperti diwartakan sebelumnya, sebuah perusahaan keamanan siber asal Israel, Hudson Rock mengungkap telah terjadi peretasan terhadap perusahaan asuransi BRI Life. Data milik 2 juta nasabah kini dijual di forum online.
Pratama, kepada Antara, mengatakan dari sampel yang diunggah ke forum online oleh penjual, terlihat bahwa datanya sangat lengkap mulai dari data mutasi rekening, bukti trasnfer setoran asuransi, KTP, ada juga tangkapan layar perbicangan WA nasabah dengan pegawai BRI Life, dokumen pendaftaran asuransi, KK, beberapa formulir pernyataan diri dan kesanggupan, bahkan lengkap dengan polis asuransi jiwa.
Data-data itu juga mengandung pin polis asuransi (sha1), detail lengkap tentang pelanggan yang menggunakan Asuransi BRI Life, total manfaat, dan total periode tahun.
Ia mengatakan ada 463.519 file dokumen dengan ukuran mencapai 252 GB dan ada file database berisi 2 juta nasabah BRI Life berukuran 410 MB. Untuk sampel sendiri yang diberikan berukuran 2,5 GB berisi banyak file dokumen.
"Artinya, dari klaim Hudson Rock sebagai pihak yang menginformasikan kebocoran maupun pelaku penjual data, kemungkinan besar benar. Bahwa data yang mereka klaim tersebut memang berisi berbagai data dari nasabah BRI Life," katanya.
Bila diperhatikan dari tangkapan layar yang dibagikan Hudson Rock, kata Pratama, data jelas diambil karena pembobolan situs. Hal ini bisa dilihat bagaimana situs-situs BRI Life disebutkan, bahkan beserta username atau akun login, password, dan IP.
"Dalam screenshot atau tangkapan layar yang dibagikan, terlihat banyak domain dan subdomain dari BRI yang datanya diambil," kata dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini.
Pada saat dicek di RaidForums (tempat pengumpul data hasil kebocoran database), lanjut Pratama, ada akun bernama Reckt sempat mengunggah (upload) sampel data yang dia jual namun beberapa saat kemudian dihapus.
Baca Juga: Selidiki Dugaan Kebocoran Data BRI Life, Menteri Kominfo Gandeng BSSN dan Polri
Pratama memandang perlu dilakukan penyelidikan forensik digital untuk mengetahui celah keamanan mana yang dipakai untuk menerobos sistem BRI Life.
Adapun kasus BRI Life ini tengah diselidiki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bareskrim Polri juga mengatakan akan memeriksa kasus yang sama. Kominfo kabarnya akan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
68 Kode Redeem FF Max Terbaru 2 Mei 2026: Raih MP40 Cobra dan Winchester Kagura
-
10 HP Flagship Android Terkencang AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Pemuncak
-
51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif 2 Mei 2026: Sikat TOTS 116-119 dan Shards
-
Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026
-
Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps
-
Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin
-
Diwarnai Drama Pemecatan, Game Subnautica 2 Siap Rilis Bulan Ini
-
iQOO Z11 Siap ke Malaysia dengan RAM 12 GB, Lanjut Masuk ke Indonesia?
-
Oppo Reno 16 Series Mulai Pre-Order: Andalkan Chipset Flagship dan Baterai Jumbo
-
iQIYI Siapkan Gebrakan di Indonesia 2026, Dracin hingga Fan Meeting Artis China Jadi Andalan