Suara.com - TikTok meluncurkan program konferensi virtual bertajuk TikTok Talk+ pada 28 Oktober, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, harapannya dapat mewujudkan generasi muda yang lebih berkualitas.
Program yang akan ditayangkan dengan fitur TikTok Live ini berlangsung mulai 28-29 Oktober 2021 dan akan mengangkat total 16 topik menarik.
Topik-topik tersebut mencakup kreasi konten, fashion dan beauty, musik, edukasi, kuliner, olah raga, esports, media massa, Covid-19, pariwisata, keamanan digital, brand marketing, hingga UKM.
"Program TikTok Talk+ adalah bentuk komitmen kami untuk menyediakan konten informatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Angga Anugrah Putra, Head of Operations, TikTok Indonesia dalam acara virtual peluncuran TikTok Talk+ pada Kamis (28/10/2021).
Angga menambahkan melalui program ini, TikTok ingin meningkatkan konten melalui format live streaming sehingga pengguna bisa terus mengembangkan diri.
Sebelumnya, kampanye pendidikan melalui tagar #SamaSamaBelajar menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan tercepat di TikTok. Dengan adanya program Talk+ ini, TikTok ingin mengampanyekan tagar baru #SamaSamaBerkarya untuk mendorong masyarakat terus berkembang, produktif, dan kreatif dalam kondisi apa pun.
Angga menjelaskan bahwa lebih dari 28 persen pengguna TikTok mencari kegiatan hiburan sehari-sehari, dengan 10 niat teratas yang ingin dilakukan pengguna lebih banyak pada 2021 adalah pengembangan diri.
Karena itu, diharapkan TikTok Talk+ dapat menjadi wadah bagi pengguna untuk berkembang dan belajar.
Sebanyak lebih dari 50 pembicara terkemuka, baik dari kalangan kreator maupun pemerintah, akan terlibat dalam program TikTok Talk+ kali ini.
Baca Juga: Gadis Asyik Joged TikTok di Tengah Banjir, Aksinya Tuai Kritik Warganet
Pembicara tersebut termasuk Dr Reisa Broto Asmoro, Yosi Mokalu, Titi Kamal, Ramengvrl, Nino Kayam, hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dewan Pers, dan Asosiasi Media Siber Indonesia.
Bagi pengguna yang ingin mengikuti sesi diskusi TikTok Talk+ atau mencari informasi seputar program ini dapat mengakses akun TikTok @tiktokofficialindonesia.
Berita Terkait
-
Childfree hingga Kabur Aja Dulu: Pelarian Anak Muda atau Bentuk Protes terhadap Realitas?
-
Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru
-
Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?
-
4 Realita Tinggal di Australia yang Wajib Kamu Tahu, Pasti Seru Kayak di Tiktok?
-
Bikin Candu Warganet, Apa Sih Makna Lagu 'Sakedung Kading' yang Lagi Viral?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
John Herdman Kemungkinan Coret Mauro Zijlstra Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?
-
Prabowo Beri Peringatan Keras ke Perwira Baru: Makanmu Dari Rakyat!
-
Nonton Bioskop Berdua Tidak Boros! BRI Bagi-Bagi Promo Beli 1 Dapat 2 di Cinepolis
-
Perang Lagi Panas-panasnya, Amerika Serikat Krisis Rudal Lawan Iran
-
Bitcoin hingga XRP Menguat, Indeks CFX10 Melesat 1,07 Persen
-
NewJeans Rayakan Anniversary ke-4, Isyaratkan Comeback dengan Formasi Baru
-
Warna Lipstik Implora Apa yang Cocok untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang? Ini 8 Shade Terbaik
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera