Suara.com - Huawei meluncurkan smartwatch atau jam tangan cerdas baru di Indonesia bernama Huawei Watch GT Runner. Jam tangan pintar ini dikenalkan bersama Huawei Nova 9, MateBook 14, dan MateBook 14s.
Huawei Watch GT Runner mengusung ukuran 46,4 x 46,4 x 11 mm dengan berat 38,5 g tanpa strap. Jam tangan ini hadir dengan warna Black dan Grey, sementara tali jamnya berbahan Durable Polymer Fiber.
Huawei Watch GT Runner membawa layar sentuh AMOLED 1,43 inci dengan resolusi 466x466 piksel. Jam ini membawa dua tombol di sisi kanan, di mana tombol bagian atas bisa dioperasikan dengan diputar.
Jam tangan pintar Huawei ini membawa fitur kesehatan seperti sensor detak jantung TruSeen 5.0+, sensor pengukur oksigen darah (SpO2), pemantauan tidur, dan stres. Perangkat ini juga mendapatkan lebih dari 100 mode olahraga.
Huawei Watch GT Runner membawa baterai 451mAh yang dapat bertahan hingga 14 hari dengan penggunaan biasa dan tujuh hari dengan penggunaan berat. Pengisian daya baterai memerlukan waktu dua jam hingga penuh.
Di bagian konektivitas, Huawei Watch GT Runner bisa terhubung dengan smartphone lewat Bluetooth. Jam tangan ini bisa dipasangkan dengan ponsel yang memakai sistem operasi minimal HarmonyOS 2, Android 6, atau iOS 9.
Jam tangan ini juga memiliki sertifikat IP68 untuk tahan debu dan air. Huawei mengklaim jam bisa dipakai berenang hingga kedalaman 50 meter.
Harga Huawei WATCH GT Runner di Indonesia dijual Rp 3.999.000 yang dapat dipesan secara pre-order pada 8-17 Desember 2021. Selama masa pre-order, konsumen bisa mendapatkan HUAWEI FreeLace gratis senilai Rp 1.000.000 serta cashback bank hingga Rp 200.000.
HUAWEI WATCH GT Runner juga bisa di pre-order di HUAWEI High-End Experience Store (HES), Erafone, Eraspace, Urban Republic, Watch Club, dan toko partner HUAWEI resmi lainnya, maupun secara online di berbagai e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, JD.ID, Blibli, Eraspace, dan Datascrip Mall.
Baca Juga: Huawei Nova 9 Meluncur di Indonesia, Harga Rp 7,6 Juta
Berita Terkait
-
Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis
-
HUAWEI MatePad Pro Max Segera Meluncur di Indonesia, Tablet AI 13 Inci Tipis Siap Gantikan Laptop?
-
Indonesia Kejar Investasi AI China, Airlangga Ungkap Hasil Pertemuan dengan Huawei dan ByteDance
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti