Suara.com - Masing-masing Road Poneglyph di One Piece merinci lokasi tertentu. Jika digabungkan dengan tiga lainnya, Road Poneglyphs akan menunjukkan lokasi pulau terakhir Grandline, Laugh Tale.
Topi Jerami sudah memiliki dua Road Poneglyph, dan pada akhir arc "Wano", mereka akan menemukan yang ketiga.
Road Poneglyph ketiga ini disembunyikan oleh Kaido di Wano, namun di mana sih tepatnya?
Sebenarnya, lokasi Road Poneglyph-nya telah dirahasiakan sejak pertama kali terungkap di Wano di Bab 967.
Bahkan, Kaido tidak akan memberi tahu sekutu barunya Big Mom saat dia bertanya.
Jawaban yang dipercaya oleh penggemar adalah bahwa itu tersembunyi di Onigashima. Ini adalah benteng Kaido.
Trafalgar Law sudah menemukan Poneglyph di lantai basement kedua di Chapter 996.
Meskipun pembaca telah melihat sebagian besar pulau Onigashima selama penyerbuan, mungkin masih ada ruangan tersembunyi yang belum ditemukan.
Namun, apakah ada kemungkinan Road Poneglyph tidak ada di Onigashima? Mungkinkah bersembunyi di tempat lain di Wano? Jawabannya, mungkin saja.
Baca Juga: Ulasan Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudoubu, Kembali Mengenali Diri Sendiri
Ketika Oden bepergian dengan Bajak Laut Roger, dia kembali ke rumah untuk mendapatkan gosokan Road Poneglyph milik Wano.
Pada saat itu, Kaido dan Orochi sudah mengendalikan Wano, mengubahnya menjadi seperti sekarang ini, tapi Oden masih bisa menguasainya tanpa masalah
Semuanya berjalan lancar sehingga Oden meninggalkan rumahnya tanpa mengetahui ayahnya telah meninggal dan Orochi adalah Shogun baru.
Ini berarti bahwa Road Poneglyph tidak mungkin berada di Onigashima pada waktu itu, sebab jika iya, maka Oden kemungkinan akan pergi ke sana.
Poneglyph juga tidak mungkin berada di Ibukota Bunga. Jika Oden masuk ke kastil atau bahkan ke ibu kota itu sendiri, seseorang akan melihatnya dan dia akan diserang.
Jelas bahwa Road Poneglyph berada di lokasi yang mudah diakses oleh Oden, mungkin wilayahnya sendiri.
Namun muncul juga konspirasi ketiga yakni di desa Amigasa karena sempat digambarkan hancur.
Kehancuran desa Amigasa dibuat-buat untuk menyembunyikan Road Poneglyph. [Damai Lestari]
Berita Terkait
-
4 Karakter Anime yang Memiliki Rupa Wajah Tampan, Termasuk Loid Forger!
-
One Piece Film Red: Mengenal Uta, Anak Kandung Akagami Shanks
-
5 Karakter Anime yang Lucu, Bikin Berharap Ada di Dunia Nyata
-
Spy X Family: Mengenal Anya Forger, Anak Angkat Twilight
-
Sinopsis Spy X Family, Kisah Seorang Mata-Mata dan Keluarga Palsu yang Dibentuknya
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Tunggu 2028, DPR Minta Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan Mulai 2027
-
Daftar Saham Tambang yang Meroket Puluhan Persen, BRIDS Ungkap Proyeksinya
-
IHSG Melemah Tipis di Sesi I ke Level 6.234, GGRM Melonjak
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
-
Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi
-
Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun Sepanjang Semester I 2026
-
Punya Karier, Urus Keluarga, dan Tetap Waras? Mitos "Harus Bisa Semuanya" yang Menghantui Perempuan
-
Pagar Tinggi Mal Kota Kasablanka Kini Lenyap, Berganti Dekorasi HUT RI
-
Eza Lubis Bangun Konten Olahraga, Padukan Karier Perbankan dan Dunia Kreator Digital
-
Pengamat Soroti Rencana Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah: Dengarkan Keluhan, Jangan Cuma Beri Arahan