Dalam buku tersebut, Nugroho menyebut bahwa pencetus Pancasila bukanlah Soekarno, melainkan Yamin dan Soepomo, karena mereka lebih dulu menyampaikan pidato sebelum Soekarno. Nugroho juga memasukkan teori baru bahwa hari lahirnya Pancasila bukanlah tanggal 1 Juni 1945, melainkan 18 Agustus 1945, yakni saat pengesahan Pancasila sebagai dasar negara setelah proklamasi.
Terlebih lagi, menurut Asvi, rekayasa sejarah lahirnya Pancasila memang sudah berlangsung sejak awal Orde Baru oleh rezim Soeharto.
Rekayasa tersebut bertujuan untuk mengecilkan jasa Soekarno dan meminimalisir peluang bagi pendukung Soekarno untuk tampil di kancah politik nasional. Rezim Orde Baru saat itu juga cenderung melebihkan peran Soeharto untuk memberinya legitimasi historis.
Asvi mengatakan bahwa dalam memperingati lahirnya Pancasila, masyarakat Indonesia sebaiknya tidak hanya terpaku mengenang jasa Soekarno saja. Mulailah memahami bahwa Pancasila yang sekarang kita gunakan adalah hasil rumusan kolektif ketiga tokoh pendiri bangsa tersebut.
Hal yang paling penting di masa sekarang, menurut Asvi, adalah bagaimana mengaplikasikan Pancasila dalam konteks modern atau kekinian, dengan memberi ruang kepada semua agama, golongan, dan suku bangsa untuk saling hidup berdampingan dan saling menghargai.
Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
Dibuang ke Tempat Sampah, Naskah Autentik Proklamasi Bung Karno Baru Kembali Setelah 46 Tahun
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Kartika Sari Dewi Soekarno Anak Siapa? Profil Putri Proklamator yang Jauh dari Panggung Politik
-
Mantan Istri Soekarno Hadir Upacara HUT ke-81 RI, Kaget Kondisi Istana Sudah Berganti
-
Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele
-
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak
-
5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal
-
Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai
-
Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol
-
Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan
-
Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital
-
Alasan Wadirut GOTO Catherine Sutjahyo Mundur
-
Boyfriend Material Banget! 5 Inspirasi Outfit Kekinian ala Song Kang