Suara.com - Setiap negara atau daerah memiliki etika sendiri, dalam tips dan trik promosi usaha di media sosial.
"Dalam melakukan usaha di media sosial kita harus etis dan memperhatikan etika karena disana kita berinteraksi dengan orang yang berasal dari berbagai kalangan yang berbeda golongan dan kultur," kata Ayu Minarti dari content creator Pandu Digital dalam keterangan resminya, Jumat (22/7/2022).
Menurutnya, promosi di media sosial harus mengedepankan etika dengan menghindari unsur SARA dan kata-kata yang dapat menyinggung kelompok atau golongan masyarakat lain.
Sementara Annisa Choiriya Muftada, CEO PT Cipta Manusia mengatakan, dalam promosi media sosial harus melakukan riset terlebih dahulu.
“Kita Riset mendalam untuk menentukan tujuan dan tema yang spesifik termasuk menganalisis kompetitor," ujarnya.
Trik selanjutnya, dia menambahkan, tentukan target audience serta platform yang digunakan, atur strategi jenis konten apa yang akan dipublikasikan dan jalankan promosi digital secara konsisten.
“Ada beberapa tips promosi di media sosial, pertama gunakan tagline atau hastag untuk mengelompokkan jenis dan kriteria produk kita, selanjutnya gunakan 3MD (mudah dibaca, diucap, dan diingat) trik ini sangat berguna untuk menjadi daya tarik dan dapat memudahkan masyarakat dalam mengenal produk kita, terakhir kita harus update dengan fenomena yang lagi trend di media sosial dan manfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan produk kita”, terang Annisa.
Sedangkan Vivid Devianti dari Komisi Edukasi Mafindo mengatakan, media sosial saat ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan budaya sehingga bisa menjadi peluang usaha baru.
“Bangsa ini kaya akan Budaya, kita semua harus paham akan hal itu, produksi konten budaya, lalu share baik itu kebudayaan yang berwujud seperti makanan, pakaian, mainan, dan juga seni tari, teater serta film, ada juga budaya tidak berwujud seperti logat bahasa, musik dan lagu, serta kegiatan supranatural”, jelas Vivid.
Baca Juga: 5 Tanda Kita Sudah Oversharing di Media Sosial, Harus Dikurangi!
Menurutnya, promosi budaya tersebut bisa menjadi peluang ekonomi digital karena memiliki nilai jual yang besar terhadap bangsa lain.
"Usaha tersebut akan sukses di media digital jika kita paham dan kenal akan budaya kita, setelah itu produksi konten dan distribusikan konten tersebut dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan dan event budaya atau adakan kolaborasi dengan komunitas budaya, jika sukses itu akan menjadi peluang usaha dan pendapatan baru bagi masyarakat dan UMKM," beber dia.
Berita Terkait
-
Viral Penjual Es Kehabisan Bensin, Minta Tukar dengan Barang Dagangan
-
Stop Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain di Media Sosial, Berikut 4 Alasannya
-
4 Keuntungan Membatasi Diri dari Media Sosial, Dongkrak Percaya Diri!
-
Niat Bikin Konten, Sekelompok Cewek Ini Malah Apes Robohkan Ranjang Kamar
-
Viral Penipu Iba dengan Anak Yatim, Uangnya Dikembalikan dan Beri Nasihat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim