Suara.com - Xiaomi Indonesia meluncurkan kampanye #LebihLestari untuk mengelola daur ulang elektronik bekas pakai.
Hal ini bertujuan untuk membuat lingkungan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, melihat lewat kampanye ini, mengajak Xiaomi Fans dan masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengadopsi praktik ramah lingkungan.
"Salah satunya dengan memberikan solusi daur ulang barang elektronik bekas pakai," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (29/7/2022).
Menurut Zhao, saat ini inovasi teknologi yang cepat serta kemudahan masyarakat untuk mendapatkannya membuat pergantian produk elektronik juga ikut lebih cepat.
Sayangnya, masyarakat sering lupa bahwa sebuah produk elektronik bekas pakai yang dibuang begitu saja harus dikelola dengan serius agar tidak merusak lingkungan.
Untuk itulah Xiaomi menggelar kampanye bertajuk #LebihLestari, yang juga sejalan dengan saran pemerintah untuk menerapkan skema take-back dalam mengelola elektronik bekas pakai.
Dalam skema ini, elektronik bekas pakai diserahkan oleh konsumen ke produsen untuk dikelola atau didaur ulang bekerja sama dengan lembaga masyarakat terkait menjadi sumber energi terbarukan.
Sehingga limbah itu tak sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Redmi K50S Pro, Diklaim Smartphone Pertama Gunakan Kamera 200MP
Mulai 1 Agustus 2022 nanti, masyarakat umum dapat berpartisipasi dalam mengelola elektronik bekas pakai berukuran kecil seperti smartphone, charger, laptop, kabel, dan baterai.
Mereka hanya perlu mendatangi salah satu dari 10 Xiaomi Store terpilih di Jakarta dan mengunduh aplikasi Octopus.
Nantinya, masyarakat akan mendapatkan poin di aplikasi yang dapat digunakan untuk menikmati berbagai promo menarik.
Sepuluh lokasi Xiaomi Store yang menjadi drop-off point di Jakarta adalah Aeon Jakarta Garden City (Jakarta Timur), Mall Kelapa Gading, Mall Emporium Pluit (Jakarta Utara) Lippo Mall St. Moritz, Central Park (Jakarta Barat), ITC Roxy Mas, Grand Indonesia (Jakarta Pusat), Kota Kasablanka, Gandaria City dan Mall Pondok Indah (Jakarta Selatan).
Kampanye Xiaomi ini bekerja sama dengan Octopus, sebuah platform ekonomi sirkular yang berperan sebagai pengelola elektronik bekas pakai dan pemberdaya komunitas pelestari.
Kampanye juga didukung oleh FORWAT atau Forum Wartawan Teknologi.
Berita Terkait
-
Xiaomi TV P1E 65 Inci Masuk Indonesia, TV Digital Seharga Rp 9,5 Juta
-
Xiaomi TV A2 Resmi Dirilis ke Indonesia, Ini Harganya
-
Xiaomi 12 Pro versi Dimensity 9000 Plus Meluncur, Ini Bedanya dengan model Snapdragon 8 Gen 1
-
Beda Spesifikasi Xiaomi 12S dan Xiaomi 12S Pro
-
Spesifikasi Xiaomi 12S Ultra Resmi Dirilis, Bawa Kamera Leica
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke