Suara.com - Teleskop Hubble NASA telah melihat "perisai pelindung" di sekitar galaksi yang jauh.
Fenomena ini (perisai pelindung) telah lama diteorikan oleh para ilmuwan, tetapi telah dikonfirmasi untuk pertama kalinya.
Tetangga terbesar Bima Sakti kita dikenal sebagai Awan Magellan Besar dan Kecil, mengalami masa-masa sulit saat melewati ruang angkasa.
Mereka ditarik terpisah tidak hanya oleh orbit masing-masing, tetapi juga Bima Sakti itu sendiri.
Tapi tetap saja galaksi-galaksi itu tetap bersama, utuh, dan membuat bintang-bintang baru.
“Banyak orang berjuang untuk menjelaskan bagaimana aliran material ini bisa ada di sana,” kata Dhanesh Krishnarao, asisten profesor di Colorado College.
“Jika gas ini dihilangkan dari galaksi-galaksi ini, bagaimana mereka masih membentuk bintang?” ungkapnya dilansir laman Independent, Kamis (29/9/2022).
Para ilmuwan berpikir bahwa galaksi-galaksi itu harus dilindungi entah bagaimana, sehingga isinya dapat tetap aman selama tabrakan.
Sekarang para peneliti akhirnya melihat perlindungan itu, yakni bemper kosmik yang luas.
Baca Juga: NASA Sukses Selamatkan Bumi, Tabrakkan Pesawat Luar Angkasa ke Asteroid
Ia bekerja seperti kepompong kosmik, terbuat dari gas, yang dapat menyerap beberapa dampak.
"Apa pun yang mencoba masuk ke galaksi harus melewati materi ini terlebih dahulu, sehingga dapat menyerap sebagian dari dampak itu," kata Krishnarao dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, dia menambahkan, korona adalah material pertama yang bisa diekstraksi.
"Sambil melepaskan sedikit korona, Anda melindungi gas yang ada di dalam galaksi itu sendiri dan mampu membentuk bintang baru," jelasnya.
Korona mungkin adalah sisa-sisa awan gas yang runtuh dan membentuk galaksi pada awalnya, miliaran tahun lalu, kata para ilmuwan.
Para ilmuwan telah memprediksi keberadaan perlindungan semacam itu selama bertahun-tahun.
Namun penelitian baru ini baru pertama kali dilihat secara langsung.
Penemuan ini dilaporkan dalam makalah baru, 'Observations of a Magellanic Corona', yang diterbitkan dalam jurnal Nature.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah