Suara.com - Baru-baru ini, heboh hujan tidak mau masuk Jogja sedang jadi topik hangat di media sosial X/Twitter. Nah berikut ini penjelasannya kenapa sampai saat ini hujan belum juga mengguyur bumi Yogyakarta.
Heboh hujan tidak masuk Jogja ini berawal dari manfess @/jogmfs yang diunggah pada tanggal 4 November 2023. Manfess tersebut pun langsung mendapatkan respon 1K komentar, 3K retweet/qrt, 10K suka, dan 1.5 juta tayangan. Adapun bunyi manfessnya sebagai berikut:
“bahkan awan hujan pun tidak mau masuk tengah2 jogja,”
Lantas, sebenarnya apa penyebab sampai saat ini Jogja belum diguyur hujan? Nah untuk lebih jelasnya, simak berikut ini ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.
- Spekulasi Netizen Karena Proyek Tol
Mengenai Jogja yang belum di guyur hujan, netizen pun menanggapinya dengan beragam komentar dan unik. Adapun komentar unik tersebut salah satunya yakni yang mengatakan Jogja belum diguyur hujan karena pawing hujan untuk proyek tol sangat kuat.
Biasanya jika ada proyek besar atau acara besar akan ada pawing hujan untuk mencegah hujan turun. Hal itu dilakukan guna proyek atau acara yang sedang berlangsung dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan hujan.
Adapun beberapa komentar netizen tentang Jogja belum diguyur hujan karena adanya pawing hujan untuk proyek tol yakni sebagai berikut:
“wajar diam2 banyak proyek mangkrak, ada sebagian dari beberapa dusun yang terdholomi gara2 proyek tol, JJLS, pasir besi,” tulis akun @/nmei.jkt
“Percaya gak percaya ujannya ditolak, karena pembangunan jalan.” Tulis akun @/misterseleh
Baca Juga: Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 22 RT di Jakarta Dilanda Banjir Kiriman Dari Bogor
“Konon katanya karena biar proyek tol lancar,” tulis akun @/arvianpm_
“kui ben proyek tol e cpet dadi, rahayu3x,” tulis akun @vkxyzz
- Penjelasan ilmiah
Belum turunnya hujan di bumi Yogyakarta ini rupanya ada penjelasan ilmiahnya. Melansir dari penjelasan akun @/mahaglp yang diunggah di X/Twitter pada 4 November 2023, berikut ini penjelasan imliah kenapa Jogja belum diguyur hujan.
Untuk memperkirakan cuaca disuatu wilayah, ada yang namanya radar cuaca. Untuk radar cuaca di Jogja yaitu ada Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport. Adapun cara kerja radar cuaca yaitu memanfaatkan prinsip Doppler.
“Sesuai namanya, (Radar: Radio Detecting And Ranging) radar cuaca bekerja memanfaatkan prinsip Doppler dengan mentransmisikan gelombang Radio melalui antena, dan menangkap kembali gelombang hasil pantulan dari objek2 hidrometeor ataupun objek lain di udara,” tulis akun @/mahaglp
“Dari hasil tangkapan gelombang tersebut, bisa didapatkan beberapa parameter antara lain reflektivitas dan waktu. Dari reflektivitas yang diterima, radar dapat membedakan apakah benda itu adalah air hujan, es, debu, burung, bahkan gunung dan gedung, ataupun objek lain lagi,” tambahnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Selain Sakit, Nanik S Deyang Sebut Dasco Paling Tahu Alasan Asli Dirinya Mundur
-
Sepeda Gunung Murah Merek Apa? Ini 3 Pilihan Rp1 Jutaan dengan Spek Menarik
-
Sepeda Apa yang Cocok di Jalanan Bergelombang? Ini 7 Rekomendasi yang Nyaman Dipakai
-
Mangkir Alasan Sakit, Kejagung Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Besok
-
Iran Rudal Pangkalan Udara Ali al-Salem Kuwait: Kami Menyerang Tanah yang Diduduki Tentara Amerika!
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN
-
Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%
-
Final Piala Dunia 2026 Mengingatkan Saya pada Pesan Ayah soal Judi Bola
-
Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa