Suara.com - Genshin Impact baru-baru ini menghadapi reaksi keras dari basis pemain China karena kehilangan lebih dari satu juta pengikut.
Kontroversi muncul setelah pengembang game tersebut, HoYoverse, mengumumkan hadiah sederhana untuk Festival Ritus Lentera, sebuah acara penting untuk merayakan Tahun Baru Imlek.
Keputusan ini disambut dengan kekecewaan dari para pemain, terutama di China, di mana acara tersebut memiliki kepentingan budaya yang besar.
Ketidakpuasan para pemain terlihat jelas ketika akun resmi Douyin (TikTok versi China) mengalami kehilangan besar-besaran lebih dari satu juta pengikut hanya dalam satu hari, turun dari sekitar 9,6 juta menjadi sekitar 8 juta.
Penurunan pengikut serupa juga terjadi di platform media sosial lain yang terkait dengan Genshin Impact.
Pemain membandingkan hadiah yang ditawarkan di acara Tahun Baru Imlek dengan hadiah di wilayah lain dan dengan hadiah di game HoYoverse lainnya.
Ketidakseimbangan yang dirasakan ini menimbulkan tuduhan favoritisme global dan kurangnya apresiasi terhadap penonton China.
Menanggapi hadiah yang kurang memuaskan, para pemain tidak hanya berhenti mengikuti akun media sosial Genshin Impact tetapi juga menargetkan merek afiliasi seperti KFC, Hey Tea, dan Pizza Hut.
Di tengah protes tersebut, muncul tuduhan bahwa HoYoverse menggunakan akun bot untuk secara artifisial mempertahankan jumlah pengikut di platform seperti BiliBili, situs berbagi video besar di China.
Baca Juga: 5 Hero Roamer Buat Counter Nana di Mobile Legends, Dijamin Efektif!
Hal ini semakin memicu ketidakpuasan di antara komunitas pemain.
Situasi ini juga memicu perdebatan di antara para pemain tentang sistem penghargaan game tersebut.
Meskipun ada yang berpendapat bahwa respons yang diberikan adalah reaksi berlebihan, ada pula yang mendukung ketidakpuasan tersebut, dan merujuk pada rasa frustrasi yang sudah berlangsung lama terhadap HoYoverse.
Kontroversi ini telah meluas ke platform media sosial lainnya, dengan para pemain mengungkapkan kekecewaan mereka dan menyerukan imbalan yang lebih baik.
HoYoverse mengeluarkan permintaan maaf dan berjanji untuk menilai kembali dan menyesuaikan hadiahnya.
Situasi ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pengembang game dalam menyeimbangkan ekspektasi dan kepekaan budaya masyarakat global yang beragam.
Saat perdebatan berlanjut, masa depan Genshin Impact di pasar China bergantung pada penanganan HoYoverse terhadap krisis ini dan kemampuannya untuk merespons kekhawatiran para pemainnya secara efektif.
Berita Terkait
-
Spesifikasi PC THE FINALS, Game FPS Multiplayer yang Sedang Ramai
-
HP 5G Sejutaan, Itel P55 5G Mampu Mainkan Deretan Game Populer Ini
-
3 Cara Ampuh Mengatasi Lag di Mobile Legends
-
5 Hero Fighter yang Mampu Counter Wanwan di MLBB, Dijamin GG!
-
PUBG Mobile Segera Hadirkan Karakter Anime Legendaris Hunter x Hunter, Ini Bocorannya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Pembiayaan FLPP dan KPP
-
Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK
-
Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi
-
Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas
-
121 Hakim Kena Sanksi KY: Dari Suap, Selingkuh, Hingga Judi Online
-
4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan
-
Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI