Suara.com - Di pasar smartphone yang berkembang pesat saat ini, membeli HP bekas telah menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari alternatif hemat biaya dibandingkan membeli HP baru.
Namun, beli HP bekas memerlukan banyak pertimbangan yang cermat agar pengguna tidak rugi atau tertipu karena membeli HP bekas yang palsu.
Mulai dari menilai kondisi ponsel hingga mengevaluasi kinerja dan kompatibilitasnya, setiap faktor memainkan peran penting dalam menentukan apakah HP bekas itu adalah pilihan yang tepat.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan beberapa faktor utama sebelum membeli HP bekas. Berikut ini 10 faktor yang harus diperhatikan:
1. Kondisi ponsel
Periksa kondisi fisik ponsel. Cari adanya goresan, penyok, atau tanda-tanda keausan lainnya. Periksa layar apakah ada keretakan dan pastikan semua tombol dan port berfungsi dengan benar.
2. Usia ponsel
Tentukan usia ponsel dan pertimbangkan tanggal rilisnya. Model lama mungkin kekurangan pembaruan perangkat lunak dan kompatibilitas dengan aplikasi baru.
3. Kesehatan baterai
Baca Juga: Oppo dan Realme Kompak Siapkan HP Tahan Banting, Harganya Murah
Masa pakai baterai sangat penting untuk kelancaran pengalaman pengguna. Tanyakan tentang kesehatan baterai dan tanyakan detail tentang kapasitas dan penurunannya seiring waktu.
4. Pembaruan perangkat lunak
Pastikan ponsel kompatibel dengan pembaruan perangkat lunak terbaru dari produsen. Perangkat lama mungkin tidak menerima pembaruan, yang dapat memengaruhi keamanan dan fungsionalitas.
5. Kompatibilitas jaringan
Konfirmasikan bahwa ponsel tidak terkunci atau kompatibel dengan operator jaringan yang pengguna gunakan. Beberapa ponsel dikunci untuk operator tertentu, sehingga membatasi pilihan.
6. Pemeriksaan IMEI
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
-
HP Android Terkencang di Dunia, Perusahaan Rilis Red Magic 11 Pro Plus Golden Saga
-
Kebangkitan MacBook 'Mungil': Apple Siapkan Laptop Murah dengan 'Jeroan' iPhone 16 Pro!
-
HP Murah dengan Snapdragon 6 Gen 3, Skor AnTuTu POCO M8 5G Tembus 800 Ribu
-
Telkom Gandeng Palo Alto Networks, Siapkan Talenta Muda Hadapi Ancaman Siber Masa Depan
-
Halo Campaign Evolved Bakal Rilis 2026: Fitur Terungkap, Gunakan Unreal Engine 5
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
-
Internet Jadi Kunci Arus Balik Nataru, Komdigi Pantau Jaringan 24 Jam
-
IDC Prediksi Pengiriman PC 2026 Anjlok hingga 9 Persen, Efek Domino Ledakan AI Mulai Terasa
-
58 Kode Redeem FF Terbaru 3 Januari: Raih HRK, Emote 2026, dan Bundle Mr Icy