Suara.com - Sebuah simulasi telah mengungkap apa yang terjadi ketika ponsel 'meledak' di saku seseorang. Dan hal itu 'membuka' 'ketakutan baru' di kalangan pengguna media sosial.
Sebuah simulasi yang dibagikan ke YouTube telah mengungkap seperti apa jadinya ketika ponsel seseorang terbakar di saku celananya dan 'meledak' pada tahun 2016.
Menyadur dari Unilad, Pada tanggal 30 Mei 2016, pekerja konstruksi Bernama Daniel Ramirez sedang bekerja di Ohio, AS, ponsel Samsung Galaxy S7 Edge miliknya yang terletak di saku kanan depannya mulai bersiul, berdecit, dan bergetar dan dia melihat asap keluar dari sakunya.
Laporan tersebut berlanjut, saat ia merogoh sakunya untuk mengambil ponsel, Ramirez mengalami luka bakar di tangan kanannya.
Tanpa peringatan, S7 Edge meledak dan terbakar saat masih berada di saku celananya, menyebabkan celana pendek dan celana dalamnya meleleh hingga ke kakinya, membuatnya mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga.
"Ia mengalami luka bakar parah dan permanen di pangkal paha, kaki, dan punggung bawahnya yang memerlukan operasi cangkok kulit yang signifikan dan akan memerlukan terapi fisik yang ekstensif untuk ke depannya."
Dan sebuah simulasi telah dibagikan ke YouTube, yang menampilkan peragaan dari apa yang terjadi pada Ramirez.
Video tersebut memperlihatkan seorang pria kartun dengan ponsel di dalam sakunya, saat asap mulai mengepul dan pria itu menjerit saat ponselnya terbakar.
Seorang pengguna YouTube berkomentar: "Ketakutan baru terungkap: Ponsel Anda mulai terbakar entah dari mana."
Baca Juga: 5 Kesalahan Sehari-hari yang Dapat Merusak Baterai Ponsel
"Bro, fakta bahwa ponsel saya terkadang kepanasan seperti itu dan karakternya terlihat persis seperti saya membuat saya sangat takut," tambah yang lain.
Video YouTube tersebut mengklaim bahwa ponsel meledak terjadi karena casing baterai dibuat terlalu kecil pada model khusus ini.
"Hal itu menyebabkan elektroda di dalamnya tertekuk dan bersentuhan satu sama lain. Hal ini menyebabkan korsleting yang akhirnya membuat baterai menjadi terlalu panas dan ini menyebabkan siklus reaksi kimia yang terus-menerus menghasilkan lebih banyak panas hingga ponsel akhirnya meledak," klaimnya lebih lanjut.
Namun, ini adalah penjelasan yang kemudian dirilis Samsung sehubungan dengan ponselnya yang lain Galaxy Note 7 yang dihentikan produksinya.
Galaxy Note 7 telah ditarik kembali dalam beberapa bulan setelah insiden tersebut karena masalah pada baterainya, namun, Samsung mengatakan pemilik ponsel dapat menukar ponsel mereka dengan Samsung Galaxy S7 atau Samsung Galaxy S7 Edge.
Gugatan Class Action diajukan terhadap Samsung yang menyatakan bahwa ponsel Samsung milik Ramirez menyebabkannya 'luka bakar parah' dan menuntut Samsung untuk menangani keamanan baterai tidak hanya pada Galaxy Note 7 tetapi juga pada S7 dan S7 Edge.
Kasus tersebut kemudian ditutup, menurut Teks Kasus.
Seorang juru bicara Samsung mengatakan kepada USA Today saat itu: "Laporan terbaru yang menyatakan masalah baterai Samsung terjadi di luar Galaxy Note 7 tidaklah benar.
"Masalah sel baterai yang diumumkan awal bulan ini hanya terjadi pada satu produsen baterai untuk satu model ponsel tertentu."
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas