Suara.com - Sesuai laporan sebelumnya, Xiaomi akan memperkenalkan Xiaomi 15 Series sebagai penerus Xiaomi 14 Series dalam waktu dekat. Detail harga perangkat ini kemudian terungkap jelang perilisannya nanti.
Beberapa bocoran yang lalu menyebut bahwa Xiaomi 15 Series nantinya membawa chipset Snapdragon 8 Gen 4 dari Qualcomm. Chipset ini baru akan dirilis pada Oktober 2024 mendatang nantinya.
Dilansir dari Gizmochina, detail harga yang belum lama ini bocor menyebut bahwa Xiaomi 15 Series akan dibanderol lebih mahal jika dibandingkan dengan Xiaomi 14 Series.
Sebagai perbandingan, Xiaomi 14 Series meluncur dengan harga mulai 565 dolar AS atau setara dengan Rp 8,6 jutaan. Sedangkan rumor terbaru menyebut jika Xiaomi 15 Series dibanderol 500 yuan lebih mahal dari pendahulunya tersebut.
Xiaomi 15 dipercaya akan dijual dengan harga 650 dolar AS atau setara Rp 9,9 jutaan. Di sisi lain, seri Xiaomi 15 Pro nantinya dibanderol 775 dolar AS atau setara Rp 11,8 jutaan.
Ming-Chi Kuo menyebut bahwa chipset Snapdragon 8 Gen 4 yang digunakan oleh Xiaomi 15 Series ini dibentuk menggunakan proses N3E terbaru TSMC yang meningkatkan biaya produksi perangkat. Hal tersebut yang kemudian menjadi penyebab harga jual perangkat ini jauh lebih mahal.
Dibandingkan dengan Xiaomi 14 Series, Xiaomi 15 Series membawa banyak peningkatan di berbagai aspek. Perangkat ini disebut-sebut akan memadukan sensor utama dan telefoto yang memanjakan penggunanya nantinya.
Bersama dengan perilisan chipset Snapdragon 8 Gen 4 dari Qualcomm, Xiaomi akan memperkenalkan Xiaomi 15 Series pada Oktober 2024 mendatang. Jelang kedatangannya, berbagai bocoran sudah santer beredar mengenai perangkat tersebut.
Dengan peningkatan spesifikasi yang signifikan, terutama penggunaan chipset Snapdragon 8 Gen 4 yang lebih canggih, Xiaomi 15 Series seharusnya memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Baca Juga: Cara Mengganti Default Browser Xiaomi di HyperOS, Lengkap Panduannya
Namun, peningkatan performa ini juga berdampak pada kenaikan harga jual Xiaomi 15 Series dibandingkan generasi sebelumnya.
Berita Terkait
-
Cara Aktifkan Shutdown Confirmation di Xiaomi, Makin Aman Saat Matikan HP
-
Daftar HP Xiaomi yang Kehilangan Support di September 2024, Resmi Masuk Ponsel Mati
-
Poster Pemasaran Xiaomi 14T Series Bocor, Layar 144 Hz Dikonfirmasi
-
Saingi Samsung, Fitur Circle to Search Akan Hadir di HP Xiaomi
-
Disebut Sama, Ini Perbandingan Control Center iOS 18 vs HyperOS
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji