Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendesak X, media sosial milik Elon Musk yang sebelumnya dikenal dengan nama Twitter, untuk membuka kantor di Indonesia.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo, Hokky Situngkir mengaku sudah meminta perwakilan X untuk segera memiliki perwakilan di Tanah Air.
"Iya itu yang kami minta, kami tuntut dari mereka," kata Hokky saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Ia mengklaim kalau saat ini Kominfo masih terus melakukan komunikasi dengan media sosial milik Elon Musk tersebut. Menurutnya, ini adalah bentuk tanggung jawab mereka dalam mengoperasikan layanannya di Indonesia.
Dengan demikian Kominfo bisa lebih leluasa berkoordinasi dengan X untuk menangani konten negatif apabila memiliki kantor di Indonesia.
"Bagaimana pun kan dia juga bertanggung jawab sama ini, karena enggak ada kan platform yang juga pengin platform dia jadi tempat menyebarnya misinformasi dan hoaks kan? Enggak ada yang mau," ketus dia.
Sebelumnya Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria mengaku sudah menyurati X untuk segera buka kantor di Indonesia.
Wamenkominfo menyebut, pelayangan surat peringatan ini diharapkan agar pihak X mau mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia.
"Ya kami sudah beri surat ke X, dan kami harapkan pokoknya mereka memenuhi semua ketentuan yang ada di sini lah. Regulasi yang dibuat di Republik ini," kata Nezar saat ditemui di acara Peresmian Gedung Transformasi Digital di Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta, Jumat (11/10/2024).
Baca Juga: Strategi TikTok Indonesia Tangkal Hoaks Selama Pilkada Serentak 2024
Nezar mengaku kalau pihak X sudah menindaklanjuti permintaan dari Kominfo. Hanya saja mereka masih menunggu waktu terkait keputusan akhir.
"Komunikasi sudah ada, jadi kita tinggal menunggu follow-up-nya saja," lanjut dia.
Wamenkominfo pun mengakui kalau X jadi media sosial yang banyak menampung konten pornografi. Selama ini Pemerintah pun terus memblokir konten tersebut.
Tak hanya itu, Kominfo juga terus melakukan pemantauan terkait konten-konten negatif di X. Nezar mengklaim kalau mereka terus melakukan komunikasi dengan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
"Oh, itu kami monitoring terus konten-konten negatif itu, dan banyak sekali kita take down dari X. Kami juga bersurat terus ke platform mereka ya untuk senantiasa sama-sama menjaga ruang digitalnya dari konten-konten negatif," imbuhnya.
"Bukan cuma pornografi, tapi juga link-link yang mengarah ke judi online dan lain sebagainya. Itu sering muncul di X itu, dan patroli kita lakukan 24 jam," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Strategi TikTok Indonesia Tangkal Hoaks Selama Pilkada Serentak 2024
-
Elon Musk Kucurkan Dana Rp1 Triliun untuk Dukung Donald Trump
-
Alasan Kominfo Blokir Aplikasi Temu: Bahaya untuk UMKM
-
10 Tahun Jokowi, Menkominfo Budi Arie: Optimis Indonesia Jadi Negara Maju
-
Menghadap Prabowo di Kertanegara, Isyana PSI: Ditugaskan Membantu Beliau
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi