Suara.com - Polemik mengenai antrean LPG 3 kg berbuntut panjang. Netizen kini menuangkan nama Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia menjadi sebuah lagu.
Sebagai informasi, Bahlil trending di X dalam tiga hari terakhir. Berdasarkan data dari Trends.in, Bahlil trending setelah dicuitkan lebih dari 100 ribu kali.
Pantauan hingga Rabu (05/02/2025) malam, Bahlil dan Oke Gas masih trending di media sosial. Netizen ramai membahas Bahlil bersama postingan 'Peringatan Darurat' dengan gambar Garuda berlatar hitam.
"Baru kali ini ikutan ngeshare beginian. Tapi tujuan saya bukan untuk mengkoreksi kebijakan, tapi lebih penting dari itu. Copot menteri yang bersangkutan, sudah ada nyawa yang jatuh dari kebijakan amatiran. Saudara Prabowo, orang militer, putra Soemitro, saudara harus tegas. Banyak yang menggantungkan nyawanya di pundak saudara," tulis @el_avraham.
Postingan yang dibagikan viral setelah memperoleh ribuan retweet dan 6.600 tanda suka. Tak disangka, terdapat netizen yang menyematkan postingan 'Peringatan Darurat' dengan lagu tentang Bahlil.
"Saya juga baru kali ini ikut share gambar beginian. Saya lebih tertarik di musiknya," cuit @bobbyrppurba. Ia mengunggah ulang postingan dari pegiat media sosial @BosPurwa.
Lagu yang dibagikan merupakan editan 'Oke Gas' pada kampanye Prabowo-Gibran tahun lalu. Meski begitu, lagu Oke Gas diedit bernuansa rock dengan lirik sindiran untuk Bahlil.
"Oke gas! Oke gas! Ayo kita antre gas! Oke gas! Oke gas! Ayo kita antre gas! Bahlil, eh, Bahlul, bikin susah orang!" bunyi lirik lagu yang viral di media sosial.
Perlu diketahui, pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa penjualan gas LPG 3 kg hanya bisa dilakukan melalui pangkalan resmi mulai 1 Februari 2025.
Baca Juga: Bahlil Mau Buat Aturan Main Penyaluran LPG 3 Kg untuk UMKM
Kurang dari dua hari setelah peraturan berlaku, banyak video viral mengenai antrean mengular para warga. Bahkan terdapat lansia yang meninggal setelah antre membeli gas LPG.
Setelah banjir kritikan, Presiden RI Prabowo lantas menginstruksikan agar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaktifkan kembali penjualan LPG 3 kg melalui pengecer. Menteri ESDM Bahlil langsung menjadi 'public enemy' di media sosial akibat kebijakan sebelumnya. Postingan lagu Bahlil menuai beragam komentar dari netizen.
"Njir keren backsound-nya," tulis @a**a*ws.
"Link lagu lengkapnya dong. Mau setel kenceng ke arah tetangga," cuit @lu**v**zi.
"Semoga lagu ini bikin Prabowo terinspirasi pecah Bahlil," sindir @no***be***ined.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
6 HP Warna Oranye Mirip iPhone 17 Pro yang Stylish dan Lebih Terjangkau
-
Redmi Note 15 SE Debut 2 April 2026: Harga Diprediksi Lebih Murah, Usung Baterai Jumbo
-
Peningkatan Harga PS5 Bikin Gamer Panik, Stok Konsol Menipis
-
Bocoran Realme C100 5G dan C100i 4G! Layar 144Hz dan Baterai 7.000mAh Siap Guncang HP Murah
-
Nuon Siap Kuasai Pasar 175 Juta Gamer dengan Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Garmin Approach G82, GPS Golf dengan Layar Terbesar dan Radar Canggih Bikin Permainan Makin Presisi
-
37 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 April 2026, Peluang Dapat 9.999.999 FC Points
-
56 Kode Redeem FF Terbaru 1 April 2026, Ada Bundle Panther dan Pirate Gratis
-
Terpopuler: Cara Mengatasi WhatsApp Pending, Rekomendasi HP Infinix Kamera Resolusi Tinggi
-
Update Harga PS5 2026, Naik Imbas Krisis RAM Global