Tekno / Game
Selasa, 17 Februari 2026 | 09:11 WIB
Ilustrasi PS5 dan PS5 Pro, generasi sebelum PS6. [PlayStation]
Baca 10 detik
  • Peluncuran konsol PlayStation 6 berpotensi ditunda hingga tahun 2028 atau 2029.
  • Krisis memori RAMmageddon akibat permintaan AI picu kelangkaan komponen global.
  • Bocoran spesifikasi PS6 tetap ambisius dengan dukungan memori hingga 30 GB.

Suara.com - Gamer mungkin harus lebih bersabar dalam menanti konsol baru. Kabar mengejutkan datang dari sebuah laporan yang mengklaim bahwa peluncuran PlayStation 6 (PS6) berpotensi ditunda hingga tahun 2028 atau bahkan 2029.

Analis mengungkap bahwa itu disebabkan oleh sebuah krisis memori global yang dijuluki 'RAMmageddon'.

Permintaan masif dari pusat data AI membuat pasokan RAM menjadi langka dan sangat mahal. Krisis ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa.

Mengutip VGC bersumber dari laporan industri Bloomberg, CEO Lenovo, Yang Yuanqing menegaskan bahwa krisis RAM dapat berdampak pada konsol.

"Ketidakseimbangan struktural antara penawaran dan permintaan ini bukan sekadar fluktuasi jangka pendek. Industri teknologi secara keseluruhan merasakan dampaknya, mulai dari Apple hingga Tesla. Namun, bagi industri game, ini adalah pukulan telak yang mengancam jadwal rilis konsol generasi mendatang," kata Yang Yuanqing.

Laporan tersebut, mengutip sumber internal, menyebutkan bahwa “Sony Group Corp kini sedang mempertimbangkan untuk menunda peluncuran konsol PlayStation berikutnya hingga tahun 2028 atau bahkan 2029”.

Cukup ironis, kabar penundaan ini datang bersamaan dengan bocornya spesifikasi PS6 yang terdengar sangat ambisius.

Peramal teknologi Kepler L2 memprediksi konsol tersebut akan dibekali memori super cepat hingga 30 GB GDDR7.

Bahkan, dirumorkan bakal ada versi genggam bernama "PS6 Portable" dengan RAM 24 GB.

Baca Juga: Bocoran Fitur Game WWE 2K26, Siap Rilis di Konsol dan PC Maret 2026

Spesifikasi monster ini tentu membutuhkan komponen memori canggih dalam jumlah besar, sesuatu yang sangat sulit didapatkan di tengah kelangkaan saat ini.

Krisis pasokan menjadi tembok besar bagi ambisi Sony untuk menghadirkan lompatan generasi yang signifikan.

Masalah ini diperparah oleh peringatan dari Tim Archer, CEO Lam Research Corp, yang menyatakan, “Kita berada di ambang sesuatu yang lebih besar dari apa pun yang pernah kita hadapi sebelumnya.”

Tren kenaikan harga konsol yang sudah terjadi pada PS5 dan Nintendo Switch seolah menjadi pertanda awal dari badai yang lebih besar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa era konsol yang semakin murah seiring waktu mungkin telah berakhir, digantikan oleh ketidakpastian harga dan jadwal rilis.

Load More