- JVC memperkuat pasar Indonesia dengan pendekatan audio natural yang terintegrasi pada gaya hidup modern.
- Perangkat audio kini dipandang konsumen sebagai bagian ekspresi diri, bukan hanya sekadar teknologi saja.
- Fokus pengembangan JVC adalah desain ringan, konektivitas stabil, serta kemudahan adaptasi mobilitas pengguna.
Suara.com - Di tengah gaya hidup yang semakin mobile dan terhubung secara digital, headphone dan earphone telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas personal.
Melihat perubahan ini, JVC memperkuat eksistensinya di Indonesia lewat pendekatan audio yang lebih natural, wearable, dan selaras dengan gaya hidup modern.
Berada di bawah naungan PT JVCKENWOOD Indonesia, brand asal Jepang tersebut menilai konsumen kini menempatkan perangkat audio sebagai bagian dari keseharian, bukan lagi sekadar perangkat teknologi.
Audio Bukan Lagi Sekadar Teknologi
Noriyuki Murase mengungkapkan adanya pergeseran signifikan dalam cara pandang konsumen terhadap perangkat audio.
“Kami melihat perubahan nyata pada cara konsumen memandang perangkat audio, bukan lagi sekadar teknologi, tetapi bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (24/2/2026).
Ia menekankan bahwa pengalaman mendengarkan seharusnya tidak mengisolasi pengguna dari lingkungan sekitar.
“Kami percaya audio seharusnya tidak menjauhkan pengguna dari dunia di sekitarnya, melainkan mendukung mereka tetap terhubung dengan lingkungan dan momen sehari-hari,” tambah Murase.
Pernyataan ini menegaskan arah baru industri audio, yakni menciptakan perangkat yang kontekstual, ringan, dan nyaman dipakai sepanjang hari tanpa mengganggu interaksi sosial.
Baca Juga: Garmin Indonesia Ungkap Tren Wellness 2026: Detoks Digital, Mindfulness, hingga Eco-Living
Wearable, Ringan, dan Adaptif dengan Mobilitas Modern
JVC mengusung filosofi desain yang lebih terbuka dan fleksibel. Perangkat audio dirancang agar dapat digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, commuting, bersosialisasi, hingga menikmati hiburan ringan.
Desain ringan dan wearable menjadi kunci. Bukan hanya nyaman dipakai berjam-jam, tetapi juga menyatu secara visual dengan gaya personal pengguna.
Murase menambahkan bahwa inovasi tak berhenti pada desain.
“Melalui inovasi yang wearable, nyaman, dan relevan dengan mobilitas modern, kami ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang terasa natural serta benar-benar menyatu dengan kehidupan pengguna,” bebernya.
Konektivitas Stabil hingga Sinkronisasi Presisi
Di era multitasking, fleksibilitas penggunaan menjadi tuntutan utama. Pengguna kini kerap berpindah dari laptop ke smartphone, lalu ke tablet dalam satu waktu. Karena itu, stabilitas koneksi dan kemudahan switching perangkat menjadi fitur esensial.
“Dari sisi teknologi, kami merancang pengalaman penggunaan yang praktis dan konsisten sepanjang hari. Fitur seperti konektivitas stabil, kemudahan berpindah antar perangkat, hingga sinkronisasi audio yang presisi saat menikmati konten digital dikembangkan agar perangkat dapat mengikuti ritme aktivitas pengguna tanpa hambatan,” jelas Murase.
Menurutnya, fokus utama adalah menghadirkan teknologi yang adaptif dan mulus digunakan, bukan sekadar unggul di atas kertas spesifikasi.
Audio sebagai Ekspresi Identitas
Pendekatan lifestyle-driven menjadi fondasi pengembangan produk JVC ke depan. Kenyamanan, desain personal, serta relevansi penggunaan ditempatkan sejajar dengan performa teknis.
Strategi ini mencerminkan pergeseran besar di industri audio global: perangkat tidak lagi berdiri sebagai gadget terpisah, melainkan menjadi ekstensi dari gaya hidup digital pengguna.
Ke depan, JVC berkomitmen menghadirkan inovasi audio yang lebih personal dan kontekstual, teknologi yang tidak terasa asing, tetapi hadir secara natural dalam rutinitas harian.
Tag
Berita Terkait
-
9 Rekomendasi TWS Sport untuk Lari Terbaik, Harga Murah Mulai Rp100 Ribuan
-
Huawei FreeClip 2 Resmi Meluncur, Tawarkan Desain 'Airy C-Bridge' yang Nyaris Tak Terasa
-
5 Subwoofer Neumann KH Terbaru Hadir dengan Teknologi DSP dan Dukungan AoIP Modern
-
Huawei FreeBuds 7i Bawa 'Home Theater Mini' di Telinga dengan Audio 3D Imersif dan IP54
-
Moto Buds Bass Rilis: TWS Murah Motorola dengan Fitur ANC dan Baterai Tahan Lama
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
39 Kode Redeem FF 24 Februari 2026 dan Cara Dapat 90 Diamond Gratis ShopeePay
-
Kedaulatan Digital di Era AI: Tool Baru Ubah Audit Cloud yang Rumit Jadi 20 Menit
-
realme 16 Series 5G Resmi Meluncur 10 Maret 2026: Kamera 200MP + 50MP Periscope Pertama di Segmennya
-
33 Kode Redeem FC Mobile 24 Februari 2026 dan Cara Klaim Jutaan Gems Gratis
-
5 HP Alternatif Infinix Note 60 dengan Harga Lebih Hemat, Performa Juara!
-
Garmin Indonesia Ungkap Tren Wellness 2026: Detoks Digital, Mindfulness, hingga Eco-Living
-
22 Kode Redeem FC Mobile 24 Februari 2026, Menanti Maradona Hingga Johan Cruyff
-
49 Kode Redeem FF 24 Februari 2026, Klaim 90 Diamond dan Serbu Event Diskon 90 Persen
-
Poster Resmi Motorola Edge 70 Fusion Ungkap Fitur Kamera Sony Terbaru
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Update 23 Februari, Sikat 90 Diamond dan Skin Panther!