- iQOO Z11x muncul di Geekbench menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7400.
- Smartphone ini mengusung RAM 8 GB dan sistem operasi Android 16.
- Perangkat sudah lolos sertifikasi TKDN dan segera meluncur di pasar Indonesia.
Suara.com - Persaingan HP midrange murah tampaknya akan semakin memanas dalam waktu dekat. Sub-brand dari Vivo, iQOO, dilaporkan sedang mempersiapkan jagoan terbarunya yaitu iQOO Z11x.
Muncul dengan nomor model Vivo I2507 di Geekbench, perangkat memberikan gambaran awal mengenai performa yang akan dibawa untuk menyasar kalangan anak muda dan gamer.
Smartphone kemungkinan memposisikan diri sebagai perangkat bertenaga namun tetap ramah di kantong.
Berdasarkan data dari Geekbench, iQOO Z11x mencetak skor yang cukup kompetitif yaitu 1.057 poin untuk performa single-core dan 2.704 poin untuk multi-core.
Hal yang paling menarik adalah sektor dapur pacunya, di mana ponsel ini terdeteksi menggunakan chipset ARMv8 octa-core yang kuat dugaan merupakan MediaTek Dimensity 7400.
Chipset memiliki konfigurasi empat core efisiensi pada 2 GHz dan empat core performa dengan kecepatan puncak 2,6 GHz.
SoC didukung oleh GPU Mali-G615 MC2 untuk kebutuhan visual dan gaming ciamik di kelas menengah.
Meskipun sebelumnya sempat beredar rumor bahwa iQOO Z11x akan menggunakan Snapdragon 7s Gen 4 dari Qualcomm, bocoran terbaru ini justru memperkuat posisi MediaTek di seri tersebut.
Selain chipset, daftar Geekbench juga mengungkap penggunaan sistem operasi Android 16 terbaru dengan dukungan RAM sebesar 7,31 GB.
Baca Juga: Spesifikasi iQOO 15R: HP Gaming Snapdragon 8 Gen 5 dengan Layar 144 Hz
Itu kemungkinan besar akan dipasarkan sebagai varian RAM 8 GB. Spesifikasi ini menunjukkan bahwa iQOO tetap fokus pada efisiensi performa di kelas menengah.
Sebagai pembanding, Dimensity 7400 biasanya mencetak skor AnTuTu 10 berkisar 750 ribu hingga 1 juta poin.
Mengutip NDTV, iQOO Z11x dikabarkan tetap mempertahankan penggunaan panel LCD Full-HD+ seluas 6,76 inci dengan refresh rate tinggi.
Di tengah tren layar AMOLED yang menjamur, keputusan ini dianggap unik.
Informan Digital Chat Station bahkan memberikan tanggapan humoris bahwa penggunaan layar LCD pada kelas menengah tahun 2026 adalah "sebuah kelangkaan" era modern.
Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang lebih menyukai karakteristik layar LCD atau sekadar ingin menjaga harga perangkat tetap terjangkau.
Berita Terkait
-
Spesifikasi iQOO 15R: HP Gaming Snapdragon 8 Gen 5 dengan Layar 144 Hz
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Poster Resmi Motorola Edge 70 Fusion Ungkap Fitur Kamera Sony Terbaru
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Pro, HP Midrange dengan Matrix Display
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Huawei Pura 90 Pro Debut 20 April, Andalkan RAM 16 GB dan Chip Kirin Anyar
-
5 Kipas Tangan Portable Cas Tahan Lama: Dijamin Adem Seharian, Anti Gerah DImana pun
-
Pakai Chip iPhone, Performa Gaming Laptop Murah MacBook Neo Lampaui Ekspektasi
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 April 2026: Raih Skydive Undersea, Doctor Red, dan Topi
-
Spesifikasi Vivo Y31d Pro: HP Baru di Indonesia, Usung Baterai 7.000 mAh dan Fitur Tangguh
-
7 Tablet SIM Card 5G dengan Keyboard Bawaan untuk Kerja Remote
-
Trump Ucap 'Alhamdulillah': Klaim Iran Kalah dan Proses Pembersihan Hormuz Dimulai
-
5 Rekomendasi Tablet dengan Chipset Setara Laptop: Desain Mumpuni, Cocok buat Multitasking
-
Game Crimson Desert, Dapatkan Fitur Boss Rematch dan Pengaturan Kesulitan Anyar
-
7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil