- Google resmi memperluas fitur Personal Intelligence terintegrasi Gemini, menggantikan Google Assistant di perangkat Android.
- Fitur ini menghubungkan layanan seperti Gmail dan Photos untuk memberikan jawaban AI lebih personal dan relevan.
- Google menjamin privasi data pribadi pengguna melalui fitur ini, dengan kontrol aktivasi/deaktivasi penuh.
Suara.com - Google resmi memperluas fitur Personal Intelligence yang kini terintegrasi dengan Gemini. Langkah ini sekaligus menandai peralihan dari Google Assistant yang akan dihentikan dalam waktu dekat di perangkat Android.
Fitur Personal Intelligence dirancang untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih personal dengan menghubungkan berbagai layanan Google seperti Gmail dan Google Photos.
Dengan teknologi ini, pengguna bisa mendapatkan jawaban yang lebih relevan tanpa harus menjelaskan konteks panjang. Misalnya, AI bisa membantu mencari kembali produk yang pernah dibeli atau menyusun rencana liburan berdasarkan riwayat perjalanan sebelumnya.
Google menyebut fitur ini sebagai langkah besar dalam menghadirkan AI yang benar-benar memahami kebutuhan pengguna.
Personal Intelligence memungkinkan pengguna mendapatkan jawaban yang relevan secara pribadi tanpa harus menjelaskan semua konteksnya.
AI Lebih Pintar, Bisa Baca Kebutuhan Pengguna
Melalui integrasi dengan berbagai aplikasi, Gemini dapat memberikan rekomendasi yang lebih akurat. Contohnya:
- Menemukan barang yang pernah dibeli sebelumnya
- Merencanakan liburan dari data email dan foto lama
- Memberikan solusi teknis berdasarkan riwayat perangkat
Fitur ini juga memungkinkan pengguna menemukan minat atau hobi baru berdasarkan kebiasaan yang terekam.
Privasi Tetap Jadi Prioritas
Baca Juga: Bagaimana Cara Menghemat Baterai HP Saat Digunakan untuk Navigasi Maps? Ada Tips Khusus
Meski terhubung dengan data pribadi, Google menegaskan bahwa privasi tetap menjadi fokus utama.
“Kami tidak menggunakan data Gmail atau Google Photos untuk melatih AI,” tegas Google dilansir dari laman Phonearena, Rabu (18/3/2026).
Pengguna juga memiliki kontrol penuh untuk mengaktifkan atau menonaktifkan koneksi antar aplikasi kapan saja.
AI Terus Belajar, Tapi Tetap Aman
Google menjelaskan bahwa sistem akan terus berkembang dari interaksi terbatas, seperti perintah pengguna dan respons AI, tanpa mengambil data pribadi secara langsung.
Dengan pendekatan ini, Personal Intelligence diklaim bisa semakin pintar dari waktu ke waktu tanpa mengorbankan keamanan data.
Fokus untuk Pengguna Pribadi
Saat ini, fitur Personal Intelligence difokuskan untuk akun Google pribadi dan belum tersedia untuk pengguna Workspace seperti bisnis atau pendidikan.
Berita Terkait
-
Google dan Komdigi Gaspol Kembangkan Startup AI Indonesia, 63 Perusahaan Dapat Akses Google Cloud
-
Mengapa YouTube Eror Hari Ini? Google Buka Suara, Sedang Lakukan Perbaikan
-
Apa Perbedaan Google TV dan Smart TV? Ini 3 Rekomendasi yang Lebih Canggih
-
4 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Hasil Foto Analog Tahun 1994 yang Ikonik
-
Android Hadirkan Fitur Antimaling Canggih, HP Curian Kini Makin Sulit Dibobol
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan