Tekno / Internet
Rabu, 08 April 2026 | 08:01 WIB
Foto Bumi dari Luar Angkasa Tahun 1972 vs 2026. (x.com/NASA)
Baca 10 detik
  • Perbandingan foto Bumi 1972 dan 2026 dari misi Artemis II viral karena perbedaan warna yang mencolok.
  • Citra lama terlihat biru cerah, sementara foto terbaru tampak lebih pucat dan lembut.
  • Perbedaan ini memicu spekulasi soal perubahan iklim hingga kondisi atmosfer Bumi.

Kondisi ini membuat permukaan planet hanya diterangi cahaya bulan, sehingga tampilannya menjadi lebih gelap dan kurang berwarna.

Perbedaan teknologi juga tak bisa diabaikan dalam membandingkan dua foto lintas zaman ini.

Kamera film yang digunakan pada tahun 1972 cenderung menghasilkan warna lebih kontras dan dramatis, sementara kamera digital modern lebih menampilkan warna yang mendekati kondisi aslinya.

Dalam misi Artemis II 2026 sendiri, astronot menggunakan kamera DSLR Nikon D5 dan iPhone untuk mendokumentasikan Bumi dari luar angkasa.

Teknologi ini memungkinkan detail yang lebih tinggi, meski secara visual mungkin terasa kurang "spektakuler" dibandingkan hasil kamera film.

Foto tersebut juga diambil dengan sensitivitas cahaya tinggi (ISO), yang memungkinkan objek tetap terlihat meski dalam kondisi minim cahaya, tetapi menghasilkan warna yang lebih "pudar".

Astronot Reid Wiseman bahkan mengakui bahwa memotret Bumi dari luar angkasa bukanlah hal mudah.

Ia mengibaratkannya seperti mencoba memotret Bulan dari halaman rumah, yang membutuhkan kondisi dan pengaturan yang tepat agar hasilnya optimal.

"Ini seperti berdiri di belakang rumah Anda dan mencoba memotret bulan, akan sangat sulit untuk mendapatkan gambar yang bagus," tutur Reid Wiseman.

Baca Juga: Artemis II Pecahkan Sejarah: Sisi Gelap Bulan Akhirnya Bisa Dilihat Manusia

Namun terlepas dari perbedaan tampilan, foto terbaru tetap memiliki makna yang mendalam.

Gambar tersebut tidak hanya menunjukkan keindahan Bumi, tapi juga memberikan perspektif baru tentang planet yang kita huni bersama.

Sejumlah pihak menilai bahwa nilai utama dari foto ini bukan hanya terletak pada warna atau ketajamannya.

Lebih dari itu, gambar tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah luasnya alam semesta, Bumi tetap menjadi satu-satunya rumah bagi seluruh umat manusia.

Load More