-
Redmi Pad 2 9.7 rilis dengan layar 2K dan refresh rate 120Hz.
-
Tablet murah Xiaomi ini gunakan chipset Snapdragon 6s Gen 2 yang efisien.
-
Kapasitas baterai 7600 mAh diklaim mampu bertahan hingga 1,7 hari pemakaian.
Suara.com - Tak terlalu banyak teaser, Xiaomi meluncurkan tablet murah Redmi Pad 2 9.7 ke pasar Singapura dan Malaysia pada bulan ini. Spesifikasi Redmi Pad 2 9.7 cukup menarik untuk bersaing di kelas entry-level.
Harga Redmi Pad 2 9.7 varian memori terendah (4GB/64GB, Wifi Only) dibanderol sebesar 549 ringgit atau Rp2,4 juta.
Model memori tertinggi (4GB/128GB, Wifi Only) mempunyai harga 599 ringgit atau Rp2,6 juta.
Perusahaan juga menyiapkan model 4G dengan harga mulai dari 649 ringgit atau Rp2,8 juta di Malaysia.
Redmi Pad 2 9.7 saat ini memang masih tersedia secara terbatas di Malaysia dan Singapura. Meski begitu, terdapat peluang tablet murah tersebut masuk ke Indonesia.
Pantauan Suara.com, PT Xiaomi Technology Indonesia telah mendaftarkan nomor model '2603ARP14G' di laman TKDN P3DN Kemenperin dan Postel Komdigi.
Nomor model '2603ARP14G' yang terdaftar 1 April 2026 diduga kuat adalah tablet terbaru Redmi Pad 2 9.7.
Fitur dan Spesifikasi Redmi Pad 2 9.7
Redmi Pad 2 9.7 merupakan tablet murah desain tipis yang diklaim mempunyai baterai tahan lama.
Baca Juga: Spesifikasi Oppo Pad Mini: Pesaing iPad Mini dengan Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 12 GB
"Baterai besar 7600 mAh. Baterai besar ini menyediakan penggunaan hingga 1,7 hari, membuat Anda tetap bertenaga baik saat bekerja maupun streaming," tulis Xiaomi dikutip dari laman resmi perusahaan.
Sorotan utamanya adalah layar 2K berukuran 9,7 inci dengan resolusi tajam 2.048 x 1.280 piksel.
Tak hanya itu, layar ini juga didukung refresh rate 120 Hz yang membuat pergerakan visual mulus, baik saat scrolling media sosial maupun bermain game.
Dengan kecerahan puncak hingga 600 nits, tablet diklaim tetap nyaman digunakan di luar ruangan.
Xiaomi juga melengkapinya dengan sertifikasi TÜV Rheinland untuk melindungi mata dari sinar biru dan kedipan layar.
Urusan performa, tablet memakai chipset Snapdragon 6s Gen 2 yang efisien, dipadukan dengan RAM LPDDR4X 4 GB dan pilihan penyimpanan UFS 2.2 hingga 128 GB.
Berita Terkait
-
Redmi Siapkan Ponsel dengan Baterai 10.000-12.000 mAh, Pakai Teknologi Baru
-
HP Gaming Harga Miring, Spesifikasi Infinix GT 50 Pro yang Bebas Panas
-
Spesifikasi Oppo Pad 5 Pro: Andalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Layar 144 Hz
-
Redmi Headphones Neo Muncul di Toko Online: Harga Kompetitif, Baterai Tahan 72 Jam
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan