Tekno / Internet
Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:29 WIB
Ilustrasi BTS Indosat. [Indosat]
Baca 10 detik
  • Kemkomdigi menyelenggarakan seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2.6 GHz yang direspons positif oleh Indosat Ooredoo Hutchison.
  • Resky Damayanti menyatakan Indosat fokus mengoptimalkan spektrum 700 MHz guna memperluas jaringan 5G serta meningkatkan efisiensi pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional.
  • Optimalisasi frekuensi tersebut bertujuan mengatasi masalah sinyal lemah di dalam ruangan dan memperluas konektivitas untuk mendukung pemerataan ekonomi digital.

Suara.com - Selama ini, penetrasi sinyal di dalam ruangan (indoor) dan jangkauan konektivitas internet di wilayah rural sering kali menjadi titik lemah dalam ekosistem telekomunikasi nasional.

Tanpa alokasi spektrum yang tepat, implementasi teknologi 5G tidak akan berjalan optimal, sehingga menciptakan kesenjangan kualitas layanan antara pusat kota dan wilayah pelosok.

Menanggapi hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2.6 GHz yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menegaskan bahwa fokus industri kini harus bergeser dari sekadar penguasaan aset menuju efisiensi teknologi dan inovasi layanan.

Frekuensi 700 MHz, yang sering dijuluki sebagai "pita emas", menjadi kunci strategis karena karakteristik fisiknya yang mampu menembus hambatan fisik bangunan dengan lebih baik dan memiliki radius jangkauan yang sangat luas.

Director & Chief Legal Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Resky Damayanti, menyatakan apresiasinya terhadap transparansi proses seleksi ini sebagai katalis percepatan transformasi digital di Indonesia.

"Bagi Indosat, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai perolehan spektrum, tetapi juga oleh kemampuan mengoptimalisasi spektrum tersebut melalui pembangunan jaringan yang berkualitas, pemanfaatan yang efisiensi, inovasi layanan, serta pengalaman terbaik bagi pelanggan," tegas Resky Damayanti dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Director & Chief Legal Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti. [Suara.com]

Inovasi 700 MHz: Infrastruktur Fondasi untuk 5G Massal

Secara teknis, spektrum 700 MHz memiliki keunggulan komparatif dalam hal efisiensi Capex (modal kerja) jaringan. Dengan jangkauan yang lebih luas dibandingkan pita frekuensi tinggi, operator dapat mencakup wilayah yang lebih besar dengan jumlah base station yang lebih sedikit.

Namun, bagi Indosat, nilai inovasi sesungguhnya terletak pada bagaimana frekuensi ini akan melengkapi portofolio spektrum yang sudah ada untuk memperkuat jaringan 5G.

Baca Juga: Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat

Optimalisasi spektrum ini akan dilakukan secara bertahap, menyasar area-area dengan kebutuhan penetrasi sinyal dalam ruangan yang tinggi serta wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau konektivitas andal.

"Karakteristik pita 700 MHz yang memiliki jangkauan luas dan penetrasi indoor yang baik akan melengkapi portofolio spektrum Indosat untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, dan mendukung pengembangan layanan Indosat 5G secara lebih luas," tambah Resky.

Dampak pada Ekonomi Digital dan Kualitas Layanan

Langkah Indosat ini bukan sekadar ekspansi teknis, melainkan sebuah misi untuk mendukung pemerataan manfaat ekonomi digital. Dengan spektrum yang lebih kuat, hambatan teknis seperti blank spot atau sinyal lemah di dalam gedung diharapkan dapat teratasi secara signifikan.

Hal ini krusial bagi dunia usaha dan transformasi UMKM yang semakin bergantung pada konektivitas berbasis cloud dan teknologi real-time.

Indosat optimistis bahwa hasil seleksi ini, yang merupakan konsekuensi dari mekanisme lelang elektronik yang adil, akan membawa persaingan industri telekomunikasi ke level yang lebih sehat, di mana pemenang sebenarnya adalah pelanggan yang mendapatkan layanan lebih stabil dan kompetitif.

Load More