- Kemkomdigi menyelenggarakan seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2.6 GHz yang direspons positif oleh Indosat Ooredoo Hutchison.
- Resky Damayanti menyatakan Indosat fokus mengoptimalkan spektrum 700 MHz guna memperluas jaringan 5G serta meningkatkan efisiensi pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional.
- Optimalisasi frekuensi tersebut bertujuan mengatasi masalah sinyal lemah di dalam ruangan dan memperluas konektivitas untuk mendukung pemerataan ekonomi digital.
Suara.com - Selama ini, penetrasi sinyal di dalam ruangan (indoor) dan jangkauan konektivitas internet di wilayah rural sering kali menjadi titik lemah dalam ekosistem telekomunikasi nasional.
Tanpa alokasi spektrum yang tepat, implementasi teknologi 5G tidak akan berjalan optimal, sehingga menciptakan kesenjangan kualitas layanan antara pusat kota dan wilayah pelosok.
Menanggapi hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2.6 GHz yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menegaskan bahwa fokus industri kini harus bergeser dari sekadar penguasaan aset menuju efisiensi teknologi dan inovasi layanan.
Frekuensi 700 MHz, yang sering dijuluki sebagai "pita emas", menjadi kunci strategis karena karakteristik fisiknya yang mampu menembus hambatan fisik bangunan dengan lebih baik dan memiliki radius jangkauan yang sangat luas.
Director & Chief Legal Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Resky Damayanti, menyatakan apresiasinya terhadap transparansi proses seleksi ini sebagai katalis percepatan transformasi digital di Indonesia.
"Bagi Indosat, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai perolehan spektrum, tetapi juga oleh kemampuan mengoptimalisasi spektrum tersebut melalui pembangunan jaringan yang berkualitas, pemanfaatan yang efisiensi, inovasi layanan, serta pengalaman terbaik bagi pelanggan," tegas Resky Damayanti dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Inovasi 700 MHz: Infrastruktur Fondasi untuk 5G Massal
Secara teknis, spektrum 700 MHz memiliki keunggulan komparatif dalam hal efisiensi Capex (modal kerja) jaringan. Dengan jangkauan yang lebih luas dibandingkan pita frekuensi tinggi, operator dapat mencakup wilayah yang lebih besar dengan jumlah base station yang lebih sedikit.
Namun, bagi Indosat, nilai inovasi sesungguhnya terletak pada bagaimana frekuensi ini akan melengkapi portofolio spektrum yang sudah ada untuk memperkuat jaringan 5G.
Baca Juga: Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat
Optimalisasi spektrum ini akan dilakukan secara bertahap, menyasar area-area dengan kebutuhan penetrasi sinyal dalam ruangan yang tinggi serta wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau konektivitas andal.
"Karakteristik pita 700 MHz yang memiliki jangkauan luas dan penetrasi indoor yang baik akan melengkapi portofolio spektrum Indosat untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, dan mendukung pengembangan layanan Indosat 5G secara lebih luas," tambah Resky.
Dampak pada Ekonomi Digital dan Kualitas Layanan
Langkah Indosat ini bukan sekadar ekspansi teknis, melainkan sebuah misi untuk mendukung pemerataan manfaat ekonomi digital. Dengan spektrum yang lebih kuat, hambatan teknis seperti blank spot atau sinyal lemah di dalam gedung diharapkan dapat teratasi secara signifikan.
Hal ini krusial bagi dunia usaha dan transformasi UMKM yang semakin bergantung pada konektivitas berbasis cloud dan teknologi real-time.
Indosat optimistis bahwa hasil seleksi ini, yang merupakan konsekuensi dari mekanisme lelang elektronik yang adil, akan membawa persaingan industri telekomunikasi ke level yang lebih sehat, di mana pemenang sebenarnya adalah pelanggan yang mendapatkan layanan lebih stabil dan kompetitif.
Berita Terkait
-
WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi
-
XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G
-
Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor
-
Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik
-
Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?
-
Xiaomi Watch 5 dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur, AI Personal Trainer Bikin Olahraga Lebih Cerdas
-
Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami
-
Islam dan Nasionalisme Satu Tarikan Napas, PKB Anugerahi 5 Kiai Penjaga NKRI
-
Sunscreen Apa yang Cepat Mencerahkan Kulit Kusam? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat