- Google SafeSearch membantu menyaring konten vulgar atau tidak pantas; mode Buramkan (Blur) membuat gambar tertentu tampil buram.
- Pengguna dapat memilih mode Filter, Buramkan, atau Nonaktif sesuai kebutuhan, baik melalui HP maupun laptop.
- SafeSearch bisa dinonaktifkan selama tidak dikunci oleh akun, perangkat, atau jaringan. Artikel ini membahas langkah menonaktifkannya serta penyebab pengaturan terkunci.
4. Cara Mengubah SafeSearch dari Halaman Hasil Google
Pengguna juga dapat mengelola SafeSearch langsung dari halaman hasil pencarian Google.
- Lakukan pencarian di Google.
- Klik foto profil atau inisial akun di kanan atas.
- Pilih pengaturan SafeSearch.
- Ubah pilihan menjadi Nonaktif.
Cara ini dapat digunakan untuk memeriksa status SafeSearch tanpa harus mencari menu pengaturan secara manual.
5. Jika SafeSearch Tidak Bisa Dinonaktifkan
Jika pilihan Nonaktif tidak dapat dipilih atau terdapat ikon gembok, kemungkinan SafeSearch sedang dikunci oleh pihak lain.
Google menyebut beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti pengelolaan oleh orang tua melalui Family Link, administrator sekolah atau organisasi, maupun jaringan Wi-Fi tertentu.
Selain itu, pengaturan browser atau ekstensi tertentu juga dapat membuat SafeSearch terkunci. Jika demikian, periksa siapa yang mengelola pengaturan tersebut sebelum mencoba mengubahnya.
Perlu diketahui, SafeSearch hanya berlaku untuk Google Penelusuran dan tidak mengatur konten yang muncul di mesin pencari atau situs lain.
Menonaktifkannya juga berarti hasil pencarian Google mungkin menampilkan konten vulgar jika relevan dengan kata kunci yang digunakan.
Baca Juga: Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas
-
Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh
-
Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur
-
355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan
-
Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia