Tekno / Sains
Selasa, 01 September 2026 | 16:02 WIB
Ilustrasi gunung berapi. (Pexels / Felipe Perez)
Baca 10 detik
  • Gunung berapi terbentuk dari pergerakan lempeng bumi yang menghasilkan magma naik ke permukaan bumi.
  • Endapan material vulkanik yang keluar secara berulang kali menumpuk dan membentuk tubuh gunung berapi.
  • Karakter letusan gunung berapi dibedakan menjadi tipe Hawaiian, Strombolian, Vulkanian, Pelean, dan Plinian.

Letusan ini cenderung tenang karena magma yang keluar cukup encer.

Lava dapat mengalir jauh dari pusat letusan dan biasanya menghasilkan sedikit material piroklastik.

2. Tipe Strombolian

Letusan Strombolian ditandai dengan ledakan-ledakan kecil hingga sedang yang terjadi secara berkala.

Letusan ini dapat melemparkan lava dan material vulkanik ke udara.

3. Tipe Vulkanian

Letusan Vulkanian memiliki ledakan yang lebih kuat dibandingkan tipe Strombolian.

Letusannya dapat menghasilkan abu tebal, batuan, dan gas vulkanik dalam jumlah cukup banyak.

4. Tipe Pelean

Baca Juga: Cara Praktis Menghitung Luas dan Keliling Lingkaran: Panduan Rumus Lengkap dengan Contoh Soal

Tipe ini berkaitan dengan magma yang kental sehingga sulit mengalir. Tekanan gas yang terperangkap dapat menyebabkan terbentuknya awan panas atau aliran piroklastik yang bergerak cepat menuruni lereng.

5. Tipe Plinian

Letusan Plinian merupakan salah satu tipe letusan yang sangat besar dan eksplosif.
Material vulkanik dapat terlontar sangat tinggi ke atmosfer dan menghasilkan kolom abu yang besar.

Memahami proses terbentuknya gunung berapi membantu kita mengetahui bagaimana aktivitas dari dalam bumi dapat mengubah permukaan planet.

Pengetahuan tentang tipe letusan juga penting agar mudah mengenali karakter aktivitas gunung dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Load More