- Pengguna laptop modern tidak wajib langsung mencabut pengisi daya saat baterai mencapai seratus persen.
- Sistem manajemen baterai otomatis pada perangkat mencegah kerusakan akibat pengisian daya yang berlebih.
- Pengguna harus menghindari suhu panas berlebih dan mencabut pengisi daya saat laptop tidak digunakan.
Pastikan ventilasi laptop tidak tertutup dan gunakan perangkat di permukaan yang memungkinkan panas keluar dengan baik.
4. Tidak Perlu Sering Mencabut dan Memasang Charger
Jika laptop digunakan dalam waktu lama di satu tempat, kamu tidak perlu terus-menerus mencabut dan memasang charger hanya karena baterai sudah mencapai 100 persen.
Justru, terlalu sering membiarkan baterai turun drastis lalu mengisinya kembali juga bukan kebiasaan yang ideal.
Baterai lithium-ion yang banyak digunakan pada laptop modern lebih cocok digunakan dalam siklus pengisian yang tidak selalu sampai habis.
5. Cabut Charger saat Laptop Tidak Digunakan dalam Waktu Lama
Meskipun charger tidak wajib langsung dicabut ketika baterai mencapai 100 persen, mencabutnya tetap menjadi pilihan yang baik ketika laptop sudah tidak digunakan.
Jika laptop akan ditinggalkan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, matikan laptop dan lepaskan charger dari sumber listrik.
Selain mengurangi konsumsi listrik, kebiasaan ini juga membuat perangkat tidak terus berada dalam kondisi terhubung ke sumber daya tanpa kebutuhan.
Jadi, apakah jika baterai laptop sudah penuh charger harus dicabut? Jawabannya, tidak selalu. Laptop modern umumnya sudah memiliki sistem pengelolaan daya yang mengatur pengisian baterai. Namun, untuk menjaga kesehatan baterai, perhatikan suhu perangkat dan manfaatkan fitur pembatasan pengisian jika tersedia.