- Produksi film The Wild Robot oleh DreamWorks Animation menghabiskan 300 juta jam komputasi dengan utilisasi data center mencapai 98 persen.
- Lenovo menyediakan solusi teknologi end-to-end termasuk Neptune Liquid Cooling yang mampu meningkatkan performa render farm hingga 20 persen.
- Kolaborasi teknologi ini juga akan digunakan untuk mendukung produksi film animasi terbaru berikutnya seperti Forgotten Island dan Shrek 5.
Lenovo mencatat penggunaan Neptune Liquid Cooling menghasilkan peningkatan performa hingga 20 persen dibandingkan server dengan sistem pendinginan udara di lingkungan render farm tersebut.
Peningkatan ini menjadi penting karena proses rendering merupakan salah satu tahapan yang membutuhkan sumber daya komputasi besar.
Semakin cepat proses rendering dilakukan, semakin cepat pula artist dan tim teknis dapat melihat hasil pekerjaan mereka untuk kemudian melakukan revisi atau penyempurnaan.
Dengan kata lain, peningkatan performa tidak hanya berdampak pada mesin, tetapi juga pada kecepatan iterasi kreatif selama produksi.
Workstation Juga Digenjot
Kebutuhan komputasi tidak hanya berada di data center. Perangkat yang digunakan langsung oleh artist juga harus mampu menangani aplikasi animasi yang kompleks.
Lenovo menyebut ThinkStation P620 menghasilkan peningkatan performa aplikasi animasi hingga 25% dibandingkan workstation yang sebelumnya digunakan DreamWorks Animation.
Peningkatan tersebut membantu mempercepat waktu loading sekaligus memberikan respons yang lebih cepat bagi artist saat mengerjakan proyek.
Ekosistem workstation Lenovo juga mencakup ThinkStation dan ThinkPad P Series, yang ditujukan untuk kebutuhan artist, technical director, serta profesional kreatif lainnya.
Sementara untuk beban kerja yang lebih berat, DreamWorks menggunakan Lenovo ThinkSystem Servers dan HPC untuk mendukung compute-intensive workloads, termasuk rendering dan animation pipelines.
Kapasitas Bisa Menyesuaikan Produksi
Besarnya kebutuhan komputasi dalam produksi film membuat fleksibilitas infrastruktur menjadi faktor penting.
Untuk itu, Lenovo juga menyediakan TruScale Infrastructure as a Service yang memungkinkan DreamWorks menyesuaikan kapasitas komputasi berdasarkan kebutuhan produksi, tetapi tetap mempertahankan kontrol terhadap infrastruktur on-premises.
Di sisi operasional, DreamWorks juga mendapatkan Premier Support Plus dengan dukungan 24/7, troubleshooting, dan bantuan teknis.
Layanan tersebut ditujukan untuk meminimalkan potensi downtime pada lingkungan produksi yang memiliki tuntutan komputasi tinggi.
Teknologi Ini Dipakai untuk Film Berikutnya
Kolaborasi Lenovo dan DreamWorks tidak berhenti pada satu proyek. Fondasi teknologi dan layanan yang dibangun bersama juga mendukung slate produksi studio, termasuk Forgotten Island dan Shrek 5.
Forgotten Island dijadwalkan tayang secara global mulai 25 September 2026 dan hadir di bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2026.
Film tersebut membawa penonton ke dunia fantasi Nakali, yang diangkat dari mitologi dan folklore Filipina, lengkap dengan berbagai karakter dan makhluk mitologis.
Kompleksitas dunia yang dibangun dalam film tersebut kembali menunjukkan kebutuhan terhadap proses produksi yang melibatkan pemodelan, simulasi, rendering, serta berbagai iterasi visual.
Bagi Lenovo dan DreamWorks, kemampuan komputasi akhirnya bukan sekadar persoalan seberapa cepat sebuah mesin bekerja.
Dalam produksi animasi modern, kapasitas komputasi menentukan seberapa cepat artist dapat mencoba ide, melihat hasilnya, melakukan revisi, dan kembali menghasilkan versi berikutnya.
Dari 300 juta jam komputasi pada The Wild Robot hingga dukungan untuk Forgotten Island dan Shrek 5, teknologi di balik layar kini menjadi bagian penting dari proses bagaimana sebuah dunia animasi bisa akhirnya tampil di layar bioskop.